Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prediksi Madrid vs Chelsea: Ini Rahasia Pertahanan Kokoh Milik Chelsea

Rapatnya lini pertahanan Chelsea dinilai akan menjadi kunci saat mereka menghadapi Real Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Alfredo Di Stefano pada Rabu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 April 2021  |  16:59 WIB
Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel - Football London
Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel - Football London

Bisnis.com, JAKARTA - Rapatnya lini pertahanan Chelsea dinilai akan menjadi kunci saat mereka menghadapi Real Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Alfredo Di Stefano pada Rabu (28/4/2021) dini hari nanti. Gawang The Blues saat ini tercatat baru kebobolan tiga gol dari 10 laga.

Catatan tersebut membuat skuad asuhan Thomas Tuchel menjadi tim dengan pertahanan terbaik di Liga Champions musim ini bersama dengan Manchester City. Jika dihitung sejak Tuchel menjadi pelatih, maka gawang Chelsea baru kebobolan satu gol dari empat laga.

Kinerja pertahanan Chelsea memang meningkat pesat sejak ditangani Tuchel. Pelatih asal Jerman itu membawa timnya menorehkan catatan 16 kali tak kebobolan dari 21 laga di semua kompetisi.

Gawang Chelsea, hanya kebobolan sembilan kali dari 21 laga tersebut. Bahkan, hanya West Bromwich Albion yang mampu lebih dari sekali menjebol gawang Edouard Mendy.

Catatan impresif tersebut tak lepas dari perubahan yang dilakukan Tuchel. Sejak hari pertama dia menggantikan Frank Lampard, Tuchel langsung menerapkan pola tiga bek yang terbukti lebih ampuh bagi skuad Singa London.

Tuchel memang bukan pelatih pertama yang menerapkan hal itu di Chelsea. Di era Antonio Conte dan Maurizio Sarri, mereka juga pernah bermain dengan pola tersebut.

Cesar Azpillicueta, Antonio Rudiger, Kurt Zouma dan Andreas Christensen disebut lebih nyaman dengan pola tiga bek itu. Ketika bertahan, mereka dibantu oleh dua sayap yang biasanya diisi oleh Ben Chillwell dan Reece James.

Apalagi, Tuchel senang menurunkan dua gelandang bertahan yang biasanya diperankan oleh N'Golo Kante dan Mateo Kovacic atau Jorginho. Total, Chelsea bisa menempatkan tujuh pemainnya di sekitar kotak penalti ketika menghadapi serangan lawan.

Selain itu, Chelsea juga mulai menerapkan pola menekan sejak lapangan pertandingan lawan. Pemain depan seperti Mason Mount, Christian Pulisic, Kai Havertz dan Timo Werner juga diberi tugas untuk secepat mungkin merebut bola dari kaki lawan begitu mereka kehilangan.

Hal itu membuat Chelsea mampu melancarkan serangan balik cepat sekaligus bertahan secara lebih kompak. Tak ada satu pun pemain di lapangan yang bisa berleha-leha ketika mereka menghadapi serangan musuh.

Rival sekota Real Madrid, Atletico Madrid, merupakan salah satu korban Chelsea. Skuad asuhan Diego Simeone dibuat frustasi pada dua laga babak 16 besar yang berakhir dengan skor 1-0 dan 2-0 bagi Pasukan Singa London.

Dengan performa lini serang yang tak terlalu meyakinkan, Real Madrid diyakini akan kesulitan mendobrak lini belakang Chelsea pada laga malam ini.

Laga pertama semifinal Liga Champions antara Real Madrid Vs Chelsea akan berlangsung pada Rabu dinihari 28 April 2021 pukul 02.00 WIB. Laga ini akan disiarkan secara langsung oleh SCTV.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chelsea Liga Champions real madrid

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top