Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dianggap Lebih Hebat dari Bergkamp, ini Keistimewaan dari Van de Beek

Manchester United dikabarkan tinggal selangkah lagi mendapatkan Donny van de Beek dari Ajax Amsterdam.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  13:12 WIB
Pemain Ajax Amsterdam Donny van de Beek  - Reuters/Andrew Couldridge
Pemain Ajax Amsterdam Donny van de Beek - Reuters/Andrew Couldridge

Bisnis.com, JAKARTA - Manchester United dikabarkan tinggal selangkah lagi mendapatkan Donny van de Beek dari Ajax Amsterdam. Gelandang berusia 23 tahun itu sebelumnya juga diminati oleh Barcelona dan Real Madrid.

Nama Donny Van de Beek berkibar setelah berhasil membawa Ajax Amsterdam melaju ke babak semifinal Liga Champions dua musim lalu. Bersama punggawa muda Ajax lainnya seperti Matthijs de Ligt dan Frenkie de Jong, dia menjadi incaran sejumlah klub elit Eropa.

Musim lalu, Van de Beek disebut akan berlabuh di Real Madrid. Naas kepindahannya ke klub raksasa asal Spanyol itu dihambat Ajax Amsterdam. Ajax saat itu tak mau melepas si pemain lantaran telah kehilangan De Jong yang hengkang ke Barcelona dan De Ligt yang pindah ke Juventus.

Bertahan satu musim di Ajax Amsterdam ternyata tak membuat minat terhadap Van de Beek surut. Barcelona awalnya disebut menginginkan si pemain setelah kedatangan eks Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, untuk menangani skuad mereka.

Akan tetapi belakangan justru Manchester United yang disebut akan mendapatkannya. Kubu Setan Merah sukses mendapatkan si pemain karena memiliki kedekatan dengan Direktur Ajax Amsterdam, Edwin van der Sar, yang pernah menjadi penjaga gawang mereka.

Sukses van De Beek menarik perhatian klub-klub besar Eropa ternyata bukan hanya kali ini saja. Dia sudah mencuri perhatian sejak berhasil membawa tim Ajax U-19 menjuarai Liga Belanda U-19 pada 2015.

Sukses itu pun membuat dia mendapat promosi ke skuad senior Ajax Amsterdam. Tottenham Hotspur, AS Roma, Barcelona dan Bayern Munchen pun disebut langsung memantau permainan Van De Beek yang baru berusia 18 tahun saat itu.

Masuk ke tim senior, performa van De Beek memang tak langsung mengkilap. Dia baru mendapatkan tempat di skuad utama setelah kehadiran Pelatih Peter Bosz pada musim 2016-2017.

Setahun berselang, performa si pemain semakin mengkilap. Dia sukses mencetak 13 gol dan enam assist di semua kompetisi. Dia juga sukses membawa Ajax Amsterdam melaju ke final Liga Europa. Apes bagi Van de Beek, Ajax dibungkam Manchester United 0-2 pada laga pamungkas.

Performa Van de Beek semakin mengkilap musim berikutnya. Dia berhasil mencetak 17 gol dan 13 assist di semua kompetisi. Musim 2018-2019 itu, dia pun sukses mengantarkan Ajax Amsterdam melaju ke semifinal Liga Champions dengan menyingkirkan Real Madrid di babak perempat final.

Kehilangan Frenkie de Jong sebagai tandemnya di lini tengah membuat performa Van de Beek sedikit menurun musim ini. Apalagi dia sempat mengalami cedera hamstring di awal musim. Alhasil dia hanya mencetak 10 gol dan 11 assist di semua kompetisi.

Frank de Boer, mantan Pelatih Ajax Amsterdam yang menarik Van de Beek ke tim senior Ajax Amsterdam menyatakan tak heran dengan minat banyak klub Eropa tersebut.

De Boer menyatakan bahwa dirinya tak ragu mempromosikan Van de Beek setelah mendapat rekomendasi dari asistennya sekaligus Pelatih Tim U-19 Ajax Amsterdam, Dennis Bergkamp. Bahkan, menurut De Boer, Dennis menilai Van de Beek memiliki kesamaan seperti dirinya saat masih muda.

"Denis mulai berbicara dengan sangat antusias soal pemain berbakat di tim muda yang dia pimpin. Pemain itu mengingatkan Dennis akan dirinya sendiri di saat muda. Itu adalah sinyal bahwa saya harus memperhatikan si pemain. Itulah Donny," kata De Boer dalam wawancara dengan Daily Mail beberapa waktu lalu.

Donny Van de Beek memang bukanlah penyerang seperti mantan mentornya, Bergkamp, akan tetapi dia disebut memiliki kemampuan mencetak gol yang tak kalah hebat.

Sebagai gelandang, Van de Beek memang diakui memiliki kemampuan menyerang yang mumpuni. Perannya di lini tengah Ajax Amsterdam sangat vital karena dia menjadi penghubung antara lini depan dengan lini depan.

Dia memiliki kecepatan dan kemampuan menggiring bola yang kuat. Van de Beek juga bisa menjadi pemain yang mengejutkan lini belakang lawan dengan muncul dari lini kedua dan mencetak gol.

Meskipun demikian, Van de Beek juga memiliki kinerja yang apik saat bertahan. Dia tercatat melakukan dua jegalan per pertandingan di Liga Belanda, tertinggi diantara pemain lini tengah dan depan Ajax Amsterdam.

Kemampuannya yang komplit membuat Donny van De Beek disebut sebagai gelandang box-to-box muda paling baik di Eropa saat ini. Pemain seperti ini sangat penting dalam sepak bola modern dimana semua pemain harus ikut berperan baik dalam membangun serangan maupun saat bertahan.

Manchester United sendiri sebenarnya sudah memiliki Paul Pogba sebagai gelandang box-to-box, akan tetapi kinerja Pogba saat bertahan kerap mendapat kritikan. Pemain asal Prancis itu lebih bernaluri menyerang ketimbang bertahan sehingga membuat Nemanja Matic kerap bermain sendirian saat menghalau serangan lawan hingga ke lini belakang mereka.

Sementara Barcelona membutuhkan tenaga Van de Beek karena lini tengah mereka keropos. Gelandang Arturo Vidal dan Ivan Rakitic yang sudah berusia lebih dari 30 tahun dinilai sudah mulai lambat saat membantu pertahanan.

Karena itu tak heran jika Donny van de Beek menjadi rebutan Manchester United dan Barcelona. Kepastian kemana si pemain akan berlabuh diharapkan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manchester united Barcelona ajax

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top