Lima Masalah yang Membelit Barcelona: Messi Vs Abidal dan Griezmann?

Mulai dari masalah persaingan hingga terbaru megabintang Barcelona, Lionel Messi beradu argumen dengan Eric Abidal di media sosial.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  21:21 WIB
Lima Masalah yang Membelit Barcelona: Messi Vs Abidal dan Griezmann?
Lionel Messi - Reuters/Carl Recine

Bisnis.com, JAKARTA - Barcelona diperkirakan sedang mengalami krisis bila melihat alur pemberitaan media-media Spanyol belakangan ini. Ada beragam masalah di klub itu, beberapa kecil atau sepele tapi beberapa sudah membesar menjadi konflik terbuka.

Mulai dari masalah persaingan hingga terbaru megabintang Barcelona, Lionel Messi beradu argumen dengan Eric Abidal di media sosial.

ini lima masalah yang membelit Barcelona:

1. Krisis di lini depan

Masalah itu sudah terjadi sejak akhir tahun lalu. Luis Suarez cedera dan harus absen lama. Usaha Barcelona untuk mencari penggantinya dalam bursa transfer Januari lalu gagal. Mereka malah melepas Carles Perez ke AS Roma.

Pelatih Quique Setien sempat tenang karena Ousmane Dembele mulai pulih. Namun awal pekan ini, ia mendapati fakta menyakitkan. Pemain itu cedera dalam latihan dan kemungkinan harus absen untuk waktu lama.

Kini, stok penyerang yang dimiliki Setien kini sangat tipis. Hanya ada Antoine Griezmann, Lionel Messi, dan Ansu Fati. Secara teknis Ansu masih merupakan pemain akademi, sehingga mustahil terus memainkannya di setiap laga. Messi juga belakangan dikabarkan harus bermain dengan menahan sakit di paha.

2. Messi pilih Fati ketimbang Griezmann?

Ansu Fati, 17 tahun, tampil mengesankan saat Barcelona mengalahkan Levante 2-1 dalam lanjutan La Liga Spanyol pekan ke-22, 3 Februari lalu. Ia memborong kedua gol Barca, meneruskan Lionel Messi.

Fati-Messi tampak harmonis dalam laga itu. Tapi, media Spanyol Marca, melihat lebih jauh dari pemandangan itu. Mereka menyoroti rasa nyaman yang ditunjukkan Messi saat bekerja sama dengan Fati, tidak tampak saat ia berinteraksi dengan Antoine Griezmann.

Dalam laga itu, Messi dianggap lebih condong mengoper pada Fati. Keduanya tercatat enam kal saling mengoper. Dengan Griezmann, kerja sama Messi tak terlihat. Padahal, dalam laga ini Griezmann menjadi penyerang depan yang harus menjadi titik fokus pengumpan di depan gawang lawan. "Terlihat bahwa pemain Argentina itu memilih untuk lebih terhubung dengan Fati ketimbang Griezmann," tulis Marca.

3. Messi vs Abidal

Pemecatan Ernesto Valverde bulan lalu, membuat sejumlah pemain kecewa. Kabarnya, Messi termasuk di jajaran pemain yang kecewa itu. Kekecewaan itu tampaknya tersulut oleh wawancara Eric Abidal, Direktur Olahraga Barca, baru-baru ini.

Abidal, mantan rekan satu tim Messi, menjelaskan mengapa Valverde dipecat sekalipun tim ini memuncaki La Liga. "Banyak pemain yang tidak puas atau tidak bekerja keras dan juga ada masalah komunikasi internal," kata Abidal seperti dikutip Reuters. "Hubungan antara pelatih dan ruang ganti pemain baik terus."

Namun sebagai mantan pemain dia mencium ada sesuatu di balik itu. "Saya sudah bilang kepada klub apa yang saya pikirkan dan kami sampai kepada keputusan (memecat Valverde)."

Messi pun tersulut. Ia balik menyerang Abidal lewat sebuah posting Instagram, Selasa. "Jujur saja, saya tak suka melakukan hal seperti ini tetapi saya kira orang harus bertanggung jawab atas tugas mereka dan keputusan mereka sendiri," tulis Messi.

La Pulga melanjutkan, "Para pemain (bertanggung jawab) atas apa yang terjadi di lapangan dan kami pihak pertama yang mengakui ketika kami tidak bagus. Kepala departemen olah raga juga memikul tanggung jawabnya dan di atas itu semua terhadap keputusan yang mereka buat."

Messi juga menilai, Abidal harusnya menyebut nama. "Terakhir saya kira manakala Anda membicarakan pemain, Anda harus menyebutkan namanya karena jika tidak, itu akan membuat semua orang kotor dan menimbulkan bantahan bahwa yang diomongkan itu tidak benar."

Abidal dan Messi bermain bersama di Barcelona dari 2007 sampai 2013. Mantan bek timnas Prancis itu kembali ke Barcelona setelah gantung sepatu, guna menjadi direktur olah raga klub ini pada Juni 2018.

4. Saling Tak Percaya

Media Spanyol, Marca, melukiskan kondisi internal Barcelona saat ini dengan frase: Ladang Ranjau Saling Tak Percaya. Pemicunya adalah pemecatan Valverde dan kegagalan merekrut Xavi Hernandez sebagai penggantinya.

Kini, menurut Marca, Barcelona berada dalam kondisi sulit: tak ada lagi saling percaya. Presiden Josep Maria Bartomeu tak lagi mempercayai Abidal karena kegagalan merekrut Xavi dan penyerang baru.

Para pemain juga memendam rasa kecewa dan penasaran pada direksi klub karena pemecatan Valverde. Ruang ganti juga terbelah: antara yang senang Valverde pergi dan yang kecewa.

5. Setien Belum Bisa Memberi Bukti

Lima kali berlaga, Setien belum bisa memberikan bukti meyakinkan. Timnya bahkan sekali merasakan kekalahan. Ia sudah memakai dua formasi berbeda: 3-4-3 dan 4-3-3. Tapi, sejauh ini, tampilan elegan Barcelona belum terlihat konsisten.

Saat melawan Levante, meski menang, tim itu dianggap gagal menunjukkan tampilan meyakinkan. Mereka dinilai menghadirkan terlalu banyak celah di pertahanannya. Penyerangan yang mengalir mulus di babak pertama, misalnya, tak dibarengi daya bunuh. Gaya serupa bahkan sirna di babak kedua.

Marca menyebut kondisi Barcelona saat ini dengan istilah menarik: mereka masih berada di samudra keraguan.

Padahal mereka saat ini mulai tertinggal dalam persaingan perebutan gelar. Barca hanya berada di posisi kedua klasemen La Liga Spanyol tertinggal tiga poin dari Real Madrid.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Barcelona

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top