Valverde Bantah Barcelona Sedang Krisis

Pelatih Barcelona Ernesto Valverde membuang jauh-jauh pandangan bahwa sang juara La Liga Spanyol itu sedang dalam krisis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 September 2019  |  23:42 WIB
Valverde Bantah Barcelona Sedang Krisis
Pelatih FC Barcelona Ernesto Valverde - Reuters/Emmanuel Foudrot

Bisnis.com, BARCELONA – Pelatih Barcelona Ernesto Valverde menyatakan dia tidak mengkhawatirkan masa depannya sekalipun timnya mengawali musim dengan memprihatinkan dan membuang jauh-jauh pandangan bahwa sang juara La Liga Spanyol itu sedang dalam krisis.

Klub Katalunya itu bertengger pada urutan kedelapan klasemen La Liga dengan mengemas tujuh poin dari lima pertandingan setelah kalah 0 - 2 di Granada Sabtu pekan lalu. Barca gagal memenangi delapan pertandingan tandang terakhirnya pada semua kompetisi.

"Para pelatih selalu punya sesuatu di garis setiap pertandingan, tak ada yang baru," kata Valverde dalam konferensi pers menjelang pertandingan Rabu (25/9/2019) dini hari WIB melawan Villarreal.

"Krisis? Dunia sepak bola suka ini, Anda dalam krisis setiap 3 hari dan kemudian Anda lolos dari krisis dengan cara yang sama, itulah yang kami usahakan dan lakukan. Satu-satunya cara untuk menenangi semua itu adalah mendapatkan 6 poin dari dua pertandingan berikutnya.”

"Pada tahun-tahun sebelumnya kami selalu konsisten dan punya keuntungan terhadap yang lain tetapi kali ini kami tidak memulainya dengan baik."

Penyerang Ousmane Dembele kembali memperkuat skuat untuk menghadapi Villarreal setelah cedera hamstring, sedangkan gelandang Ivan Rakitic bakal absen.

"Mereka selalu menanyai saya mengenai siapa yang tidak masuk skuat, alasannya adalah karena orang lain masuk," kata Valverde, yang juga memanggil kembali Carles Alena.

"(Rakitic) tidak sedang dihukum, kami punya banyak gelandang dan itulah keputusan untuk pertandingan ini, kita lihat nanti apa yang terjadi hari Sabtu (melawan Getafe)," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Barcelona, Liga Spanyol

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top