Prediksi Liverpool Vs Newcastle: The Reds Optimis Bisa Raih Tiga Poin

Bek Liverpool, Virgil van Dijk, optimistis timnya bisa menekuk tamu mereka, besok malam. Pemain berusia 28 tahun itu menegaskan Liverpool sudah punya tekad kuat memenangi semua laga di berbagai kompetisi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 September 2019  |  18:12 WIB
Prediksi Liverpool Vs Newcastle: The Reds Optimis Bisa Raih Tiga Poin
Bek Liverpool Virgil van Dijk - Reuters/Andrew Boyers

Bisnis.com, JAKARTA - Jeda internasional rampung. Kompetisi sepak bola Eropa bergulir kembali, akhir pekan ini. Laga pekan kelima Liga Primer Inggris akan dibuka oleh duel Liverpool melawan Newcastle United di Stadion Anfield, Sabtu (14/9/2019).

Sejumlah media Inggris menyimpan rasa penasaran: mampukah The Reds melanjutkan tren kemenangannya? Hingga laga pekan keempat, Liverpool tampil perkasa dengan memborong kemenangan.

Hasilnya, Si Merah berada di tangga tertinggi klasemen sementara dengan 12 angka. Tepat di bawah mereka ada juara musim lalu, Manchester City. Tim berjulukan The Citizens itu meraup 10 angka, hasil dari tiga kemenangan dan sekali imbang.

Di atas kertas, Liverpool diunggulkan menang melawan Newcastle. Sebab, jika melihat tabel klasemen, The Magpies—julukan Newcastle—berada di tangga ke-14 dengan perolehan empat poin. Dalam empat laga, Newcastle tercatat sekali menang, sekali imbang, dan dua kali kalah.

Bek Liverpool, Virgil van Dijk, optimistis timnya bisa menekuk tamu mereka, besok malam. Pemain berusia 28 tahun itu menegaskan Liverpool sudah punya tekad kuat memenangi semua laga di berbagai kompetisi.

Dalam waktu dekat, Liverpool punya target memenangi tujuh laga sebelum jeda internasional lagi pada pertengahan Oktober mendatang. Tujuh laga itu terdiri atas empat laga Liga Primer, dua partai penyisihan Liga Champions, dan satu pertandingan Piala Liga Inggris.

"Kami ingin melaju kencang. Secara fisik dan mental, kami yakin bisa," kata Van Dijk, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Eropa tahun ini.

Menurut Van Dijk, dari segi fisik, mayoritas kondisi kebugaran skuad Liverpool lumayan bagus. Tercatat, hanya ada tiga pemain yang cedera. Itu pun kondisinya sudah hampir pulih.

Kebugaran fisik pemain sangat diperlukan Liverpool untuk menghadapi jadwal padat. "Kami akan bertanding dua kali dalam sepekan, akhir pekan di Liga Primer dan tengah pekan di Liga Champions," kata pemain berkebangsaan Belanda itu.

Namun media-media Inggris menyebutkan Liverpool menyimpan bara api di skuad mereka. Dalam laga melawan Burnley di Turf Moor, dua pekan lalu, dua penyerang andalan Liverpool, yakni Mohamed Salah dan Sadio Mane, terlibat cekcok.

Mane sempat naik pitam saat ditarik keluar oleh manajer Juergen Klopp di lima menit terakhir. Pemain berkebangsaan Senegal itu murka lantaran Salah dianggap terlalu egois saat bermain. Salah tak mengoperkan bola kepada Mane saat Liverpool punya peluang bikin gol.

Tak sedikit fan The Reds yang khawatir kolaborasi Salah dan Mane kadung retak. Jika sudah begini, berpotensi bikin tumpul lini serang Liverpool.

Klopp pun membenarkan terjadi gesekan dalam kongsi Salah-Mane. Meski begitu, pelatih berusia 52 tahun itu mengklaim urusan kedua pemainnya sudah selesai di ruang ganti hari itu juga.

"Masalah seperti ini sering terjadi pada para penyerang. Terkadang mereka salah menendang dan mengoper bola, itu wajar," kata pelatih berkebangsaan Jerman itu.

Mane pun sudah berbicara bahwa dirinya masih bahagia tampil di Anfield. Mantan pemain Southampton tersebut mengatakan Liverpool sudah ia anggap seperti keluarga. "Saya mendapat banyak dukungan di sini. Saya pun ingin memberikan yang terbaik untuk klub dan fan," kata Mane.

Legenda Liverpool, Robbie Fowler, memberikan dukungan untuk Salah dan Mane. Pria berusia 44 tahun itu tak setuju anggapan Salah disebut terlalu egois ketika bermain. Menurut Fowler, rasa egois adalah bagian dari kepercayaan diri seorang penyerang tajam.

"Seorang penyerang tak akan bisa bikin banyak gol jika tak punya ego dan percaya diri di hatinya. Ini hal baku dalam sepak bola," kata pria yang pernah bermain untuk Manchester City dan Leeds United itu.

Walhasil, Fowler meminta Salah dan Mane untuk tidak gampang mendengarkan suara-suara sumbang di luar lapangan. "Semua omongan tentang sifat tamak dan potensi memecah belah tim, itu semua omong kosong," kata Fowler.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Liverpool, newcastle

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top