Bolton Wanderers Dapat Investor, Selamat dari Kebinasaan

Pembeli telah ditemukan untuk Bolton Wanderers yang tengah terpukul sehingga mencegah ancaman kepunahan yang nyaris tak terelakkan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  14:22 WIB
Bolton Wanderers Dapat Investor, Selamat dari Kebinasaan
Markas Bolton Wanderers, Stadion Universitas Bolton (Stadion Macron). - efl.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pembeli telah ditemukan untuk Bolton Wanderers yang tengah terpukul sehingga mencegah ancaman kepunahan yang nyaris tak terelakkan, demikian pengumuman klub divisi tiga Inggris itu pada Kamis (29/8/2019).

"Kami dengan gembira mengumumkan penjualan Bolton Wanderers kepada Football Ventures (Whites) Limited telah rampung" kata klub yang sempat di ambang likuidasi, dalam laman resminya.

"Ini menjadi salah satu administrasi yang paling rumit yang saya tangani tetapi saya dengan gembira menyatakan kami akhirnya mencapai sebuah kesimpulan yang memuaskan dengan dengan penjualan kepada Football Ventures," kata administratur gabungan klub ini, Paul Appleton.

"Kini bisa menjadi awal segar bersama dengan para pemilik, saya yakin, akan menjalankan klub demi kebaikan suporter dan masyarakat pada umumnya."

Pada Selasa (27/8/2019), Bolton diberi waktu 14 hari untuk mencari pembeli dan mencegah klub ini mengalami nasib yang sama dialami tetangga dekatnya, klub sesama Liga 1 Bury yang dikeluarkan dari Liga setelah proposal akuisisi ambruk.

Bury menjadi klub pertama yang dikeluarkan dari liga sejak Maidstone United pada 1992, dan sempat dikhawatirkan Bolton akan menempuh jalan yang sama.

Bolton yang menjadi juara empat kali Piala FA menghabiskan 74 musim di liga elite Inggris, termasuk 11 tahun tak pernah putus di Liga Primer Inggris yang baru diakhiri pada 2012.

Mereka mencapai 16 besar Piala UEFA terakhir pada 2008, tetapi situasi keuangan mereka semakin memburuk setelah mereka terdegradasi dari Liga Championship pada akhir musim lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Liga Inggris

Sumber : Antara/AFP

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top