PSG Tolak Rp3 Triliun dari Barcelona untuk Neymar

Paris Saint-Germain telah menolak tawaran senilai 190 juta euro atau sekitar Rp3 triliun dari Barcelona agar Neymar da Silva Santos Jr. kembali ke Camp Nou.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  14:18 WIB
PSG Tolak Rp3 Triliun dari Barcelona untuk Neymar
Neymar da Silva Santos Jr. - Reuters/Benoit Tessier

Bisnis.com, JAKARTA – Paris Saint-Germain telah menolak tawaran senilai 190 juta euro atau sekitar Rp3 triliun dari Barcelona agar Neymar da Silva Santos Jr. kembali ke Camp Nou dalam status pemain pinjaman, kata sejumlah sumber kepada ESPN.

Barca menawarkan uang tunai 40 juta euro (Rp632 miliar) dalam format kontrak pinjam dengan kewajiban merekrut Neymar secara permanen musim panas tahun depan pada harga 150 juta euro (Rp2,36 triliun).

Sumber lainnya mengungkapkan bahwa kontrak itu jelas ditolak PSG karena hanya mematok harga 170 juta euro untuk masa pinjam 2 tahun dengan opsi direkrut permanen setiap tahun.

Sumber-sumber ESPN lainnya sehari sebelumnya sudah menyatakan bahwa PSG akan menampik tawaran apa pun dari Barcelona untuk Neymar.

Pemilik PSG asal Qatar kecewa atas tingkah laku Neymar musim panas ini dan sudah siap melepas pemain ini, tetapi hanya jika mereka mendapatkan kembali 222 juta euro yang mereka keluarkan untuk memboyong Neymar ke Paris musim panas 2017.

PSG yakin Barcelona tak akan mampu membeli Neymar musim panas tahun depan seandainya Barca mengikat secara permanen pemain Brasil ini. PSG tak tertarik dengan cicilan per tahun yang diajukan Barcelona.

Direktur olahraga PSG Leonardo berusaha mendapatkan uang sebanyak mungkin dari penjualan Neymar dengan paling sedikit menaksir dana 200 juta euro.

Situasi makin rumit setelah Barcelona malah meminjamkan Philippe Coutinho ke Bayern Muenchen sehingga kepindahan Neymar makin sulit lagi karena PSG mengincar Coutinho sebagai bagian dari tukar tambah dengan Neymar, demikian ESPN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PSG, Barcelona, timnas brasil

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top