Leroy Sane Menepi 7 Bulan dari Skuat Manchester City

Pemain sayap Manchester City Leroy Aziz Sane mesti menepi hingga 7 bulan karena cedera lutut, kata pelatih Pep Guardiola.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 10 Agustus 2019  |  05:58 WIB
Leroy Sane Menepi 7 Bulan dari Skuat Manchester City
Penyerang sayap Manchester City Leroy Aziz Sane - Reuters/Jason Cairnduff

Bisnis.com, JAKARTA – Pemain sayap Manchester City Leroy Aziz Sane mesti menepi hingga 7 bulan karena cedera lutut, kata pelatih Pep Guardiola.

Pemain internasional Jerman berusia 23 tahun itu mengalami kerusakan ligamen anterior di lutut kanan saat City menang di Community Shield atas Liverpool pada Minggu (4/8/2019), dan akan menjalani operasi pekan depan.

"Ini berita yang sangat buruk. Saya tidak tahu berapa lama dia tak bisa bermain. Biasanya cedera seperti ini memakan waktu pemulihan selama 6 atau 7 bulan, semoga Februari atau Maret pulih," kata Guardiola.

"Dalam tiga musim kami mengalami tiga (cedera ligamen lutut). Dia masih muda dan dia akan pulih dengan baik setelah operasi pekan depan. Semua orang akan membantunya dan akan merasa senyaman mungkin. "

Sane, yang kontraknya berakhir pada 2021, telah dikaitkan dengan kepindahan ke raksasa Jerman Bayern Munchen pada jendela transfer musim panas ini, tetapi urung terjadi.

Dia telah ditawari perpanjangan tetapi belum menandatangani, setelah berjuang untuk menyegel tempat awal reguler musim lalu.

Namun, Guardiola menekankan bahwa dia tidak pernah berpikir untuk menjual pemain sayap yang menerima penghargaan sebagai pemain muda terbaik musim 2017 - 2018 versi Asosiasi Pesepak Bola Profesional itu.

"Saya tidak berpikir dia akan pergi. Selalu saya katakan dia pemain kami, dan dia tidak mengatakan dia ingin pergi. Selalu saya pikir dia milik kami," tambahnya.

ManCity, juara musim lalu, tengah bersiap menjalani laga pembuka Liga Primer Inggris musim 2019 - 2020 menghadapi West Ham United.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Liga Inggris, Manchester City

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top