Kostum Persita Berlogo SOS Children's Villages

Berupaya untuk membantu anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, sebuah kerjasama sosial antara SOS Children's Villages Indonesia dan klub sepakbola Persita Tangerang digelar. 
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 03 Juli 2019  |  16:50 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA - Berupaya untuk membantu anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, sebuah kerjasama sosial antara SOS Children's Villages Indonesia dan klub sepakbola Persita Tangerang digelar. 

Program bertajuk #GoalForChildren Ini adalah wujud nyata dukungan dua instansi tersebut dalam rangka memajukan pendidikan berkualitas di jalur olahraga. 

"Pertama, dengan adanya kerjasama ini akan meningkatkan pengenalan ke Indonesia tentang SOS itu sendiri lewat Persita. Kedua, kerjasama ini akan membuat anak SOS seluruh Indonesia akan berusaha mewujudkan mimpi-mimpinya. Campaign kita dinamai #GoalForChildren," ujar Sumanda Tondang, Direktur Fund Development & Communications, SOS Children's Villages Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan pada Rabu (3/7/2019).

Kolaborasi yang dilaksanakan sepanjang musim Liga 2 Indonesia ini diawali dengan peluncuran uniform jersey Persita dengan logo SOS Children's Villages di bagian belakang sebagai partner CSR pertama Persita. Ada lima koleksi warna jersey Persita yakni putih, ungu, hijau, merah dan abu-abu yang kemudian akan dikenakan pemain dan dapat dibeli oleh penggrmar sebagai dukungan kepada Persita dan SOS Children's Villages. 

"Untuk jersey musim ini, kita desain khusus ada sponsor dan partnership juga. Kita sudah mulai menjual jersey-jersey tersebut dan bisa dibeli di website resmi," tutur Evelyn Cathy, Direktur Komersial PT Persita Tangerang Raya. 

Rangkaian kegiatan kolaborasi ini juga akan jauh lebih dalam dengan adanya coaching clinic antara para pemain Persita untuk anak-anak asuhan SOS Children's Villages. 

"Harapannya, pastinya supaya anak-anak sudah dewasa si umur sekitar 17 dalam artian sudah mengenal sepakbola yang betul secara teknik dan cara bermainnya. Sehingga klub atau timnas tidak kesulitan mencari pemain. Bahkan mungkin nanti kita akan ada kerjasama di bidang pelatihan (dengan SOS). Kita siap untuk itu," tutup head coach Persita, Widodo Cahyono Putro. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
persita

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top