Juventus Dihajar SPAL, Pesta Juara Serie A Italia Tertunda

Juventus terpaksa menunda pesta juara Serie A Italia setelah secara sangat mengejutkan ditundukkan tim papan bawah SPAL dengan skor 1 - 2 dalam laga pembuka pekan ke-32.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 13 April 2019  |  22:27 WIB
Juventus Dihajar SPAL, Pesta Juara Serie A Italia Tertunda
Kapten tim Juventus Paulo Dybala kecewa setelah timnya dikalahkan SPAL. - Reuters/Alberto Lingria

Bisnis.com, JAKARTA – Juventus terpaksa menunda pesta juara Serie A Italia setelah secara sangat mengejutkan ditundukkan tim papan bawah SPAL dengan skor 1 - 2 dalam laga pembuka pekan ke-32.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Paolo Mazza di Ferrara, markas SPAL, Juventus lebih dulu unggul lewat gol ujung tombak belia Moise Kean pada menit ke-30, tetapi tuan rumah mampu melesakkan dua gol balasan lewat aksi Kevin Bonifazi (49’) dan Sergio Floccari (74’).

Ini merupakan kekalahan kedua klub berjuluk Si Nyonya Tua sepanjang Serie A musim 2018 - 2019. Sebelumnya Juve takluk 0 - 2 di markas Genoa pada pertengahan bulan lalu.

Dengan kekalahan ini, Juventus dipaksa menunda pesta juara yang sebenarnya dapat dilaksanakan pada Sabtu (13/4/2019) malam WIB ini.

Sebenarnya, kalau Juventus mampu menundukkan SPAL, nilai Juventus mencapai 87 dan secara matematis tidak bisa lagi dikejar oleh Napoli yang nilai maksimalnya hanya 85.

Namun, Juventus masih berpotensi berpesta gelar juara pada pekan ini, tepatnya pada akhir pertandingan Chievo Verona versus Napoli pada Senin (15/4/2019) dini hari WIB, jika Napoli gagal menang atas Chievo.

Sementara itu, bagi SPAL, ini merupakan sejarah besar berupa kemenangan atas juara Italia, pertama kali sejak 1957. Kemenangan ini juga menjauhkan SPAL dari zona degradasi, dengan duduki di setrip ke-13 dengan nilai 35 atau 7 poin dari tim teratas di zona degradasi, Empoli.

Untuk mengetahui jadwal lengkap pekan ke-32 Serie A, sila klik di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Liga Italia, Juventus

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top