Mauro Icardi Tersingkir di Inter Milan, Berkah bagi Lautaro Martinez

Ketidakpastian tentang masa depan pencetak gol terbanyak Mauro Icardi di Inter Milan ternyata menjadi kabar baik bagi rekannya sesama penyerang Argentina Lautaro Martinez.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  01:03 WIB
Mauro Icardi Tersingkir di Inter Milan, Berkah bagi Lautaro Martinez
Dua penyerang andalan Inter Milan asal Argentina, Mauro Icardi (menghadap kamera) dan Lautaro Martinez (10). - Reuters/Alberto Lingria

Bisnis.com, JAKARTA – Ketidakpastian tentang masa depan pencetak gol terbanyak Mauro Icardi di Inter Milan ternyata menjadi kabar baik bagi rekannya sesama penyerang Argentina Lautaro Martinez.

Pemain berusia 21 tahun itu bergabung dengan Inter pada awal musim setelah 3 tahun yang mengesankan di Racing Club (Argentina), tetapi kesamaan posisinya dengan Icardi membuat pelatih Luciano Spalletti enggan menurunkan keduanya secara bersamaan, dengan Martinez selalu dikebelakangkan.

Mereka sangat mirip dan Anda perlu menemukan momen yang tepat untuk memainkannya," kata Spalletti setelah menang 1 - 0 di Parma 2 pekan lalu ketika Martinez mencetak gol kemenangan 2 menit setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Namun, situasinya berubah sejak Icardi dicopot dari jabatan kapten pekan lalu karena ketidakpastian yang disebabkan oleh negosiasi yang berlarut-larut mengenai pembaruan kontraknya.

Icardi sudah absen dalam dua pertandingan sejak pencabutan ban kaptennya, dengan Martinez bermain sejak awal di dua laga itu. Icardi dia juga tidak ada dalam skuat untuk pertandingan Liga Eropa di kandang melawan Rapid Wina di leg kedua 32 besar Liga Europa.

Tidak jelas apakah Icardi akan diturunkan untuk pertandingan Inter berikutnya di Serie A Italia ketika mereka ke markas Fiorentina pada  akhir pekan ini, dan itu bisa disebut pertandingan yang sulit karena melawan tim yang tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Meskipun Icardi telah menjadi pencetak gol terbanyak Inter di Serie A selama empat musim terakhir, klub tersebut memenangi dua pertandingan terakhir mereka tanpa dia, mengalahkan Rapid 1 - 0 pekan lalu di Wina dan kemudian Sampdoria 2 - 1 pada (17/2/2019).

Martinez mendapat pujian sang pelatih setelah mencetak gol kemenangan ke gawang Rapid. "Dia mengangkat bola ke atas, menekan, dia memenangi bola, dan mengonversinya menjadi gol," kata Spalletti pada Kamis (22/2/2019) malam WIB.

Pelatih berkepala plontos itu menyebutkan bahwa gol itu terjadi lebih pada upaya keras Martinez untuk selalu berjuang mendapatkan bola.

"Dia nyaman dalam peran penyerang tengah, tetapi dia tetap harus membuktikan selalu bisa mematikan lawan di kotak penalti," kata Spalletti lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Liga Italia, inter milan

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top