Rasisme Sepakbola: UEFA & FIFPro Sayangkan Pertandingan Inter - Napoli Tak Dihentikan

UEFA dan FIFPro akhirnya angkat bicara terkait tindakan rasisme yang terjadi pada pertandingan Liga Serie A Italia baru-baru ini.
Oktaviano DB Hana | 29 Desember 2018 13:59 WIB
Kalidou Koulibaly - talksport.com

Bisnis.com, JAKARTA – UEFA dan FIFPro akhirnya angkat bicara terkait tindakan rasisme yang terjadi pada pertandingan Liga Serie A Italia baru-baru ini.

Asosiasi sepakbola di negara-negara Eropa dan federasi pemain profesional dunia itu menyatakan keprihatinannya lantaran pertandingan antara Inter Milan dan Napoli yang diwarnai aksi pelecehan rasial tidak dihentikan wasit dan perangkat pertandingan lainnya.

Pada pertandingan tengah pekan ini, bek Napoli, Kalidou Koulibaly, berulang kali menjadi sasaran ejekan bernada rasis dari sejumlah oknum supporter Inter Milan. Nyanyian melecehkan itu pun tak kunjung usai, kendati imbauan untuk menghentikannya sudah diumumkan di stadion tersebut.

Carlo Ancelotti, pelatih Napoli, bahkan sempat mengancam untuk menarik seluruh pemainnya bila hal itu berulang kembali. Sayangnya, perangkat pertandingan enggan menghentikan pertandingan tersebut.

“FIFPro dan UEFA bersama-sama mengutuk tindakan rasis yang ditujukan kepada pemain Napoli Kalidou Koulibaly,” demikian pernyataan bersama kedua asosiasi itu, seperti dikutip Football Italia, Sabtu (29/12/2018).

Kedua organisasi ini sebenarnya memuji langkah cepat otoritas sepakbola Italia yang segera memberikan sanksi kepada Inter. Akibat insiden tersebut, Inter mesti melewatkan dua pertandingan kandang secara tertutup atau tanpa penonton.

Selain itu, pendukung Inter untuk satu pertandingan kandang lainnya hanya boleh mengisi sebagian stadion. Namun, UEFA dan FIFPro masih tetap merasa prihatin lantaran pertandingan tidak segera dihentikan saat nyanyian rasis terjadi.

“Sangat prihatin dengan insiden rasis yang tidak dapat diterima ini dan oleh apa yang tampak di permukaan sebagai kegagalan untuk menghormati tiga langkah protokol anti-rasisme yang diakui secara luas,” ujar mereka.

Koulibaly merupakan bek internasional Prancis keturunan Senegal ini. Pada pertandingan itu, pemain berusia 27 tahun ini terpaksa meninggalkan pertandingan lebih awal lantaran mendapatkan kartu merah pada menit 81.

Napoli pun kalah dengan skor 0 – 1 akibat gol yang dicetak pemain Inter Milan, Lautaro Martinez, pada menit 90.

Sumber : Football Italia,

Tag : liga italia, rasisme
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top