Palsukan Data Wamil, Jang Hyun-soo Tak Boleh Bela Korsel Selamanya

Bek Korea Selatan Jang Hyun-soo tak bermain untuk timnas seumur hidup dan denda 30 juta won karena terbukti memalsukan riwayat pembebasan wajib militernya.
Muhamad Wildan Martak | 02 November 2018 07:46 WIB
Bek Korea Selatan Jang Hyun-soo (kiri) saat timnya mengalahkan Jerman 2 - 0 di Piala Dunia 2018. - Reuters/Pilar Olivares

Bisnis.com, SEOUL – Pemain bertahan Korea Selatan Jang Hyun-soo mendapatkan sanksi larangan bermain untuk timnas seumur hidup dan denda 30 juta won (Rp401,5 juta) karena terbukti memalsukan riwayat pembebasan wajib militernya.

Semua pria di Korsel yang sehat diwajibkan untuk mengikuti wajib militer (wamil) selama 2 tahun. Wamil adalah bentuk pencegahan Korsel atas tekanan militer Korea Utara.

Seorang atlet bisa mendapatkan pembebasan wamil apabila dia memenangi medali emas Olimpiade atau Asian Games. Namun, atlet harus menjalani pelatihan dasar militer selama sebulan dan pelayanan masyarakat selama 500 jam dalam 3 tahun untuk memenuhi persyaratan bebas wa.

Jang yang telah bermain sebanyak 58 kali untuk Timnas Korsel dan memenangi medali emas Asian Games 2014 di Incheon mengakui bahwa dia telah menyerahkan data palsu atas jangka waktu pelayanan masyarakat yang dilaksanakannya.

Asosiasi Sepakbola Korea Selatan (KFA) pada Kamis (1/11/2018) memutuskan sanksi yang akan dikenakan kepada Jang yang telah mencetak tiga gol untuk Timnas Korsel sejak debut untuk negaranya 5 tahun lalu.

Jang menjadi bagian dari skuat Negeri Ginseng ketika bertarung di Piala Dunia 2018 di Rusia pada Juni - Juli lalu dan dia bermain dalam tiga pertandingan Korsel, termasuk menaklukkan Jerman 2 - 0.

“Jang didiskualifikasi secara permanen dari timnas dan dikenakan denda 30 juta won,” kata juru bicara KFA pada Kamis (1/11/2018).

Sebagai tambahan atas sanksi dari KFA, Kementerian Olahraga Korsel juga mengenakan sanksi berupa pelayanan masyarakat selama 5 hari.

Jang, yang tidak akan mengikuti Asian Cup pada Januari 2019, telah meminta maaf pada Senin (29/10/2018) dan menyatakan akan menjalani pelayanan masyarakat yang telah ditetapkan.

“Saya meminta maaf karena telah mengecewakan semua orang karena tindakan saya yang memalukan ini,” kata Jang seperti yang dikutip dalam laman KFA.

Kebijakan pembebasan wamil banyak diperbincangkan selama beberapa bulan terakhir. Kebijakan itu dimulai pada dekade 1970-an sebagai upaya dari pemerintah untuk mendorong Korsel menjadi kekuatan besar dalam dunia olahraga, tetapi kebijakan banyak dikritik selama beberapa tahun terakhir seiring dengan pergeseran kepentingan nasional negara tersebut.

Beberapa pihak menyatakan bahwa kebijakan wamil sebaiknya dihapuskan karena dipandang tidak adil dan mempertegas ketimpangan dalam masyarakat Korea Selatan.

Para pemain Korsel yang membawa negaranya meraih medali emas di Asian Games 2018 di Indonesia pada September lalu, termasuk pemain Tottenham Hotspur Son Heung-min, adalah atlet-atlet terakhir yang mendapatkan pembebasan wamil dari pemerintahnya.

Sumber : Reuters

Tag : Timnas Korsel, Piala Asia 2019
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top