Prediksi Indonesia Vs UEA: Indonesia Punya Peluang dari UEA

Prediksi Indonesia Vs UEA: Indonesia Punya Peluang dari UEA
Newswire | 24 Agustus 2018 13:28 WIB
Pemain Timnas Indonesia U-23 - Bisnis.com/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Timnas U-23 Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat melawan Uni Emirat Arab di babak 16 besar kompetisi sepak bola Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Bekasi, Jumat (24/8/2018) sore. Dibawah asuhan pelatih asal Spanyol Luis Milla, Timnas U-23 belum pernah mencatatkan kemenangan dari tim-tim kawasan Asia Barat atau Timur Tengah.

Pada November 2017, skuad Timnas U-23 Indonesia ditaklukkan Suriah dengan skor 2-3 dalam laga uji coba. Kemudian, akhir April 2018, Timnas U-23 kalah dari Bahrain dengan skor 0-1 di pertandingan turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. Terakhir, di Asian Games 2018, Timnas U-23 Indonesia dikalahkan Palestina dengan skor 1-2 di Grup A.

Tim-tim seperti itu, yang memiliki keunggulan fisik, menjadi semacam momok. Bahkan, timnas senior Indonesia pun hampir selalu tidak pernah menang jika bertemu dengan perwakilan negara-negara Asia Barat.

Lawan Timnas U-23 Indonesia kali ini, Uni Emirat Arab (UEA), juga berasal dari Asia Barat. Meski pertandingan nanti akan berat Indonesia sudah melakukan antisipasi. "Di dalam latihan kami sudah mengantisipasi kelebihan UEA. Mereka tim yang bagus dan memiliki pemain dengan postur yang tinggi," ujar asisten pelatih Timnas U-23 Indonesia Bima Sakti.

UEA mempunyai keuntungan jika bermain dengan umpan-umpan lambung yang tinggi. Oleh karena itu, Indonesia akan sebisa mungkin mencegat pergerakan UEA dari sisi sayap yang berpotensi membahayakan pertahanan. "Pemain sayap kanan mereka bagus sekali. Namun kami mewaspadai seluruh pemain mereka," kata Bima.

UEA sebenarnya bukanlah tim yang "bagus-bagus amat" di Asian Games 2018. Dari tiga laga di Grup C, mereka mencatatkan dua kali kekalahan yakni dari Suriah dan China, serta satu kemenangan yakni dari Timor Leste.

Pertahanan mereka juga tak terlalu istimewa dengan kebobolan empat gol dari tiga laga dan membuat lima gol. UEA sendiri menduduki peringkat ketiga klasemen Grup C dan lolos ke perdelapan final Asian Games 2018 melalui regulasi pemain U-23.

Catatan UEA itu lebih buruk dari Indonesia yang dalam empat laga di Grup A, di mana mereka keluar dari juara grup, hanya sekali takluk yakni dari Palestina dan sisanya dilewati dengan kemenangan. Indonesia pun membuat 11 gol dan hanya kemasukan tiga gol.

Menegok kondisi-kondisi ini Indonesia semestinya tidak perlu takut terhadap kiprah UEA. Indonesia memiliki keunggulan berupa kecepatan para pemain seperti Febri Hariyadi serta Irfan Jaya dan kemampuan teknis beberapa individu, layaknya Stefano Lilipaly, yang lebih baik dari UEA.

Namun, ada satu hal yang harus diperhatikan oleh Luis Milla dalam laga kontra UAE yakni taktik dan strategi pelatih lawan. UEA dilatih oleh pelatih berpengalaman yaitu Magiet Skorza. Pria kelahiran Polandia tersebut sudah memulai jejak kepelatihannya pada tahun 2003 atau empat tahun sebelum Luis Milla memulai kiprahnya sebagai juru taktik di Liga Spanyol sebagai asisten pelatih Getafe.

Dengan demikian, adu taktik dapat menjadi menjadi sajian utama pertandingan timnas U-23 Indonesia.

Indonesia memiliki peluang untuk memenangkan laga dan lolos ke perempat final. Caranya tentu saja dengan percaya kepada diri sendiri dan memaksimalkan kelebihan setiap pemain. Faktor lain yang bisa membantu Indonesia membungkus kemenangan yaitu dukungan dari puluhan ribu suporter yang ada di stadion.

Timnas U-23 Indonesia berpotensi besar mencatatkan kemenangan perdananya atas tim dari kawasan Asia Barat yang kali ini diwakili UEA. Perjuangan Hansamu Yama dan kawan-kawan nanti bisa juga diikuti di SCTV mulai pukul 16.00 WIB.

Sumber : Tempo

Tag : timnas u-23, asian games 2018
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top