FINAL LIGA CHAMPIONS: Zidane, Antara Juve dan Madrid

Pada 1998, di Amsterdam, Zinedine Zidane, mungkin belum berpikir untuk menjadi pelatih Real Madrid. Saat itu, yang ada di dalam kepalanya, mengalahkan Real Madrid dan Juventus juara Liga Champions. Dan gagal.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 21 Mei 2017  |  01:51 WIB
FINAL LIGA CHAMPIONS: Zidane, Antara Juve dan Madrid
Zinedine Zidane - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -  Pada 1998, di Amsterdam, Zinedine Zidane, mungkin belum berpikir untuk menjadi pelatih Real Madrid. Saat itu, yang ada di dalam kepalanya, mengalahkan Real Madrid dan Juventus juara Liga Champions. Dan gagal.

Kini, 19 tahun kemudian, apakah Zidane berpikir dirinya akan menjadi pelatih Juventus pada kemudian hari? Zizou, panggilan akrabnya, hanya berpikir Real Madrid harus mengalahkan Juventus dan juara Liga Champions untuk ke-12.

Ya, 1998 menjadi saat yang menyedihkan bagi Zidane. Tampil membela Juventus di final Liga Champions melawan Real Madrid dan kalah, bukan kenangan indah. Namun, saat dendam membalas kekalahan itu belum terwujud, Zidane justru harus meneruskan sukses Madrid, menjegal Juventus di final Liga Champions. Tekad ingin membasuh kesedihan 1998 itu, kini dia justru harus menghindari Madrid dari penuntasan dendam Juventus.

"Saya menjadi seorang pria dan pemain yang lebih baik di Juve, ini adalah klub yang hebat. Menghadapi mereka di final akan menjadi spesial, karena saya masih memiliki Juventus di hati saya," katanya. "Ini akan menjadi akhir yang indah, kami memiliki jalan yang sama dan kedua tim pantas berada di sana."

Hasil gambar untuk zidane, Juventus, Reuters

Zidane mewakili Juve antara tahun 1996 dan 2001, mengumpulkan dua gelar Serie A dan bermain dalam kekalahan UEFA Champions League 1997 dan 1998, yang terakhir melawan Madrid. Zinédine Zidane berada di Juventus dari tahun 1996 sampai 2001.

Madrid telah memenangkan kelima final Liga Champions UEFA mereka, sebuah rekor kemenangan, sementara Juve telah kehilangan perlengkapannya lebih banyak daripada klub lainnya - empat. Satu-satunya kemenangan mereka adalah adu penalti - melawan AFC Ajax pada 1996.

Foto:Reuters

Ini akan menjadi pertemuan kompetisi UEFA ke-19 antara Juventus dan Real Madrid - semuanya di Piala Eropa - dan hampir tidak ada perbedaan antara keduanya. Kedua klub memiliki delapan kemenangan dan dua kali seri, dengan Juve mencetak 21 gol dan Madrid 18.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
liga champions

Sumber : uefa/Reuters

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup