Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Skandal FIFA: Platini Harus Beri Jawaban Soal 2 Juta Franc Swiss

Presiden UEFA Michel Platini harus memberi beberapa jawaban terkait pembayaran dari FIFA senilai lebih dari 2 juta franc Swiss (2,10 juta dolar AS) jika ingin bertahan di posisinya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Oktober 2015  |  06:08 WIB
Michel Platini - Reuters/Leonhard Foeger
Michel Platini - Reuters/Leonhard Foeger

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Union of European Football Associations (UEFA) Michel Platini harus memberi beberapa jawaban terkait pembayaran dari Federation Internationale de Football Association (FIFA) senilai lebih dari 2 juta franc Swiss (2,10 juta dolar AS) jika ingin bertahan di posisinya.

Hal tersebut dikemukakan oleh Presiden Kehormatan UEFA Lennart Johansson. Lelaki berkebangsaan Swedia yang tak lain mantan Presiden UEFA itu mengemukakan hal itu pada Kamis (15/10/2015) setibanya di Jenewa, Swiss, untuk mengikuti pertemuan membahas krisis.

Platini dan Presiden FIFA Sepp Blatter diskors dari sepak bola selama 90 hari oleh Komite Etik FIFA dan menunggu penyelidikan penuh atas pembayaran pada 2011 yang mereka terima untuk pekerjaan yang telah diselesaikan 9 tahun sebelumnya.

Platini masih berharap mencalonkan diri dalam pemilihan Februari tahun depan untuk menggantikan Blatter sebagai pemimpin FIFA, yang sedang dilanda kemelut atas tuduhan korupsi sejak 14 pejabat sepak bola dan pejabat pemasaran olahraga didakwa jaksa AS pada 27 Mei.

Mantan gelandang Prancis Platini mengatakan kesenjangan 9 tahun antara akhir pekerjaannya untuk FIFA sebagai penasehat Blatter dengan pembayaran itu karena situasi keuangan FIFA.

Johansson, yang memimpin UEFA pada 1990 hingga 2007 sebelum digantikan Platini, mengatakan jabatan sang penggabtinya itu penting karena olahraga terbesar di dunia tersebut menjadi ternoda. "Kita tidak bisa dipimpin orang-orang korup. Itu penting. Tapi saya tidak menghakimi dia (Platini).”

"Saya harus mendapatkan fakta-fakta di atas meja saya. Dia adalah salah satu teman saya dan saya menghormati dia sebagai Presiden UEFA. Tapi jika hal ini benar, segala sesuatu akan terjadi," tambahnya.

Platini, yang membantah telah melakukan kesalahan, telah mengajukan banding atas suspensi dan berharap bisa membersihkan namanya dalam waktu yang tersisa untuk ikut pencalonan dalam pemilihan 26 Februari. Larangan sementara dari sepak bola berarti dia tidak dapat menghadiri pertemuan pada Kamis dan pengacaranya diharapkan untuk mempresentasikan kasusnya.

Anggota Komite Eksekutif UEFA Allan Hansen yang juga mantan inspektur detektif Polisi Denmark, mengatakan kepada wartawan "Saya berharap untuk mendapatkan beberapa informasi lebih lanjut."

Presiden Federasi Sepak Bola Rumania Razvan Burleanu mengatakan UEFA harus memilih calon presiden baru untuk ikut pemilihan FIFA jika Platini gagal memberi penjelasan yang memuaskan atas pembayaran yang ia terima dalam sesi diskusi pada Kamis.

"Ini adalah apa yang kita harus putuskan hari ini. Maksud saya harus ada kepastian, kita membutuhkan kandidat dari Eropa. Saya mengharapkan untuk membicarakannya dalam agenda kami (hari ini)," kata Burleanu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fifa uefa

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top