Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Skandal Korupsi FIFA: Platini Dapat Dukungan Kuat UEFA

Presiden UEFA Michel Platini mendapat indikasi dukungan kuat dari organisasi yang dipimpinnya, ketika organisasi itu mengadakan pertemuan krisis di Nyon, Swiss, pada Kamis (15/10/2015).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Oktober 2015  |  05:51 WIB
Michel Platini - Reuters/Leonhard Foeger
Michel Platini - Reuters/Leonhard Foeger

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Union of European Football Associations (UEFA) Michel Platini mendapatkan indikasi dukungan kuat dari organisasi yang dipimpinnya, ketika organisasi itu mengadakan pertemuan krisis di Nyon, Swiss, pada Kamis (15/10/2015).

Mantan pemain andalan Timnas Prancis berusia 60 tahun itu diskors selama 90 hari oleh Komite Etik Federation Internationale de Football Association (FIFA) terkait dengan korupsi di badan sepak bola dunia.

Awalnya UEFA merespon dengan mendukung presidennya, namun perpecahan kelihatannya telah terjadi dan dukungan terhadap dirinya terlihat jauh dari solid.

Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) Wolfgang Niersbach pada wawancara dengan harian nasional Jerman Die Zeit mengatakan bahwa tudingan-tudingan terhadap Platini dapat membuatnya ‘berlutut’.

Platini, yang juga wakil presiden FIFA, diinvestigasi terkait pembayaran senilai dua juta franc Swiss yang diberikan kepadanya oleh Presiden FIFA Sepp Blatter pada 2011 untuk pekerjaan konsultasi beberapa tahun sebelumnya.

Mantan bintang klub Serie A Juventus itu tidak diizinkan untuk menghadiri pertemuan di markas besar UEFA di Nyon, di mana ke-54 anggota badan itu kelihatannya akan mendiskusikan dukungannya terhadap Platini.

Pria 60 tahun itu menolak semua tudingan, menyebut dakwaan-dakwaan terhadap dirinya merupakan hal konyol dan melakukan banding terhadap skorsnya.

Namun pada dunia di mana hal negatif dapat mempengaruhi citra seseorang, reputasi Platini berisiko hancur oleh tudingan-tudingan itu.

Bagi sebagian pihak, masalah pembayaran itu sah atau tidak merupakan hal yang kurang penting dibandingkan fakta bahwa hal itu kelihatannya dirahasiakan.

"Saya sangat kecewa saat muncul cerita 2 juta franc Swiss. Itu memicu banyak pertanyaan yang belum ada jawabannya. Saya berharap kami mendapatkan jawaban pada Kamis, semacam kontrak yang memerlukan pembayaran (besar), dan semestinya muncul di akun FIFA," kata Allan Hansen, anggota Komite Eksekutif UEFA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fifa uefa

Sumber : Antara/AFP

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top