Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FINAL LIGA CHAMPIONS: Fakta Unik, Sang Juara Harus Kalahkan Barcelona

BISNIS.COM, JAKARTA--Stadion Wembley di London menjadi saksi keperkasaan wakil Bundesliga di kancah persepakbolaan benua biru.
Arif Budi Winarto
Arif Budi Winarto - Bisnis.com 26 Mei 2013  |  20:42 WIB
FINAL LIGA CHAMPIONS: Fakta Unik, Sang Juara Harus Kalahkan Barcelona
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA--Stadion Wembley di London menjadi saksi keperkasaan wakil Bundesliga di kancah persepakbolaan benua biru.

Dalam partai final yang digelar Minggu dini hari (26/5/2013), Bayern Muenchen keluar sebagai juara setelah menyudahi perlawanan sengit seteru abadinya, Borrusia Dortmund.

Sepasang gol Mario Mandzukic dan Arjen Robben dibalas eksekusi pinalti brilian Ikay Guendogan menjadi drama yang terjadi selama 90 menit waktu normal.

Momen yang tak akan terlupakan oleh Die Roten. Betapa tidak, mereka harus menunggu hingga partai final ketiga untuk merengkuh title UCL kelima mereka.

Sebuah pencapaian yang bukan perkara mudah, pasalnya mereka masih dihantui kegagalan dua partai final sebelumnya.

Pada musim 2009-2010, Muenchen ditekuk Inter Milan di partai final. Semusim berselang tepatnya musim 2011-2012, Die Roten kembali menggapai partai puncak.

Namun sayang, Arjen Robben dan kolega kembali gagal, parahnya mereka harus tertunduk lesu di hadapan puluhan ribu fans setia Stadion Allianz Arena, Muenchen kalah adu pinalti dari wakil Inggris, Chelsea.

Menilik partai final dalam kurun waktu empat musim terakhir, ada hal menarik terjadi yang hanya sedikit orang menyadari. Sebuah pameo yang berbunyi ‘Tim yang mengalahkan Barcelona di Semi Final lah yang akan keluar sebagai juaranya’. Bukan maksud melegitimasi pameo tersebut, tetapi fakta membuktikan.

Musim 2009-2010, Inter Milan berhasil meraih supremasi tertinggi sepak bola Eropa setelah mengandaskan Bayern Muenchen di partai puncak.

Sebelum ke final, I Nerazzurri yang kala itu dibesut Jose Mourinho sukses menghentikan langkah Barcelona di babak semifinal dengan agregat 2-3.

Kondisi serupa terjadi kala Chelsea merengkuh trofi Champions pertamanya sepanjang sejarah di musim 2011-2012. Kala itu, The Blues yang ditangani Roberto Di Matteo sukses menghentikan superioritas Barca yang berstatus sebagai Juara Bertahan UCL 2010-2011, Chelsea melaju ke final dengan keunggulan agregat 2-3.

Kejadian berulang di musim 2012-2013. Partai semi final mempertemukan Bayern Muenchen vs Barcelona, FC Hollywood sukses melumat Messi dkk dengan agregat mencolok 7-0, memuluskan langkah mereka ke Wembley.

Dan siapa sangka, Muenchen juara. So, dari data dan fakta diatas, tidak berlebihan kalau kita berpendapat jika sebuah klub ingin menjuarai Liga Champions Eropa, mereka harus mampu menaklukkan Blaugrana terlebih dahulu sebelum mencapai partai final dan tentunya jadi juara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

liga champions barcelona dortmund munich
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top