Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FIFA: Jika Pendukung rasisme, klub diganjar degradasi

ZURICH-- Presiden FIFA Sepp Blatter menyarankan degradasi akan dapat menjadi hukuman yang pantas untuk tim-tim yang pendukungnya dinyatakan bersalah atas kasus rasisme."Sekarang tergantung pada kita untuk mengambil langkah-langkah yang memadai,"
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Januari 2013  |  05:13 WIB

ZURICH-- Presiden FIFA Sepp Blatter menyarankan degradasi akan dapat menjadi hukuman yang pantas untuk tim-tim yang pendukungnya dinyatakan bersalah atas kasus rasisme.

"Sekarang tergantung pada kita untuk mengambil langkah-langkah yang memadai," kata Blatter dalam wawancara dengan situs resmi FIFA (www.fifa.com).

"Apa yang saya rasakan adalah kami sebaiknya memberi instruksi kepada asosiasi-asosiasi nasional dan konfederasi kami - khususnya terhadap komite-komite disiplin - untuk menjadi sangat tegas."

"Tidak cukup untuk hanya memberi denda. Memainkan permainan tanpa penonton adalah salah satu sanksi yang memungkinkan, namun yang terbaik adalah pengurangan poin dan degradasi untuk satu tim, karena pada akhirnya klub bertanggung jawab terhadap penonton mereka."

FIFA belum lama ini memerintahkan Bulgaria dan Hungaria untuk memainkan pertandingan kandang di kualifikasi Piala Dunia selanjutnya tanpa kehadiran penonton, karena sikap rasis dan anti semit yang dilakukan oleh para pendukungnya.

Baik Bulgaria dan Hungaria diancam sanksi yang lebih tegas, termasuk pengurangan poin dan diskualifikasi, jika hal itu terulang lagi.(Antara/Reuters/msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top