Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PIALA EROPA 2012: Jerman waspadai Cristiano Ronaldo di laga pembuka

JAKARTA: Pelatih Jerman Joachim Low menegaskan tidak akan memerintahkan pemainnya melakukan man-marking terhadap Cristiano Ronaldo saat timnya berhadapan dengan Portugal di Euro 2012 meski pemain Real Madrid tersebut diakui sangat berbahaya.Mantan pemain
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 31 Mei 2012  |  09:07 WIB

JAKARTA: Pelatih Jerman Joachim Low menegaskan tidak akan memerintahkan pemainnya melakukan man-marking terhadap Cristiano Ronaldo saat timnya berhadapan dengan Portugal di Euro 2012 meski pemain Real Madrid tersebut diakui sangat berbahaya.Mantan pemain sayap Manchester United itu dicap sebagai ancaman utama yang dimiliki Seleccao dan itu ditunjukkan dengan torehan 60 gol yang dicatatnya di semua kompetisi musim 2011/12.Low tentu sadar dengan kualitas yang dimiliki mantan bintang Manchester United, tapi menegaskan tidak akan memberi tanggung jawab pemainnya untuk melakukan man-marking terhadap Ronaldo."Apakah saga akan memerintahkan Philipp Lahm mengawal Ronaldo? Saya akan memutuskan dimana dia akan bermain saat kami tiba di Polandia," kata Low seperti dilansir dari goal.com."Tidak ada alasan menaruh satu pemain untuk menjaga Ronaldo sepanjang waktu.""Saya akan membutuhkan tiga atau empat pemain untuk menghentikannya. Saya tak ingin situasi one-on-one terjadi padanya," Low menegaskan.Der Panzer akan melawan Portugal di laga pembuka Euro, 9 Juni, sebelum menghadapi Belanda dan Denmar di partai berikutnya.(api) 

 

BERITA LAINNYA:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top