Ketika Los Blancos lebih diunggulkan (El Clasico)

Akhir pekan ini, jutaan pasang mata publik dunia, termasuk Indonesia, tertuju pada laga prestisiun antara Real Madrid vs Barcelona. Laga bertajuk El Clasico jilid 216 itu akan digelar di Santiago Bernabeu.Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir,
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 09 Desember 2011  |  08:41 WIB

Akhir pekan ini, jutaan pasang mata publik dunia, termasuk Indonesia, tertuju pada laga prestisiun antara Real Madrid vs Barcelona. Laga bertajuk El Clasico jilid 216 itu akan digelar di Santiago Bernabeu.Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Barcelona tidak difavoritkan dalam El Clasico. Meski dengan selisih tipis, sejumlah rumah judi di Eropa lebih memfavoritkan Real Madrid, apalagi tim putih-putih itu akan berperan sebagai tuan rumah.Bahkan, dalam situs resmi Barcelona, Xavi Hernandez, otak lapangan tengah Barca, Xavi Hernandez, mengakui Real Madrid kali ini lebih diunggulkan dalam laga itu. “Ini merupakan Clasico pertama dalam tiga atau empat tahun terakhir di mana posisi Madrid lebih baik. Mereka benar-benar kuat secara fisik,” katanya.Madrid memang punya kans besar untuk mengulang hasil pada 8 Mei 2008 saat tim tersebut bertaburan bomber-bomberkelas dunia. Gol-gol Raul Gonzalez, Arjen Robben, Gonzalo Higuain, dan Ruud van Nistelrooy membawa El Real menang telak atas Barcelona 4-1 di Stadion Santiago Bernabeu.Kinerja El Real di kompetisi domestik pun terlihat lebih mengkilap dari Barca. Madrid sudah menang 11 kali beruntun di liga dan mengemas tiga poin lebih banyak. Dapat dipastikan, dari sisi psikologis, Madrid terlihat lebih percaya diri.Meski laga itu bukanlah penentuan hasil akhir kompetisi, bila Barcelona kalah, maka tim tersebut akan ketinggalan sembilan poin dari Madrid dan El Real pun masih punya satu tabungan laga, sehingga akan sangat berat bagi Azulgrana mengejar Los Blancos.Laga terakhir di antara kedua musuh bebuyutan pada Piala Super Spanyol awal musim ini harus berakhir dengan kericuhan para pemain.Liga sepak bola utama Spanyol baru menyelesaikan pekan ke-15 atau kurang dari setengah musim. Namun, sejarah selalu mencatat, laga di antara kedua tim dengan cerita persaingan paling epik di dunia ini selalu punya titik balik pada laga el clasico. Laga klasik ini akan memasuki episode ke-163 dan, secara total, Real Madrid masih unggul dengan perbandingan 69 kemenangan atas Barcelona yang menang 63 kali. Sebanyak 31 laga di antaranya berakhir imbang.Meski secara statistik dalam 10 pertemuan terakhir di semua kompetisi, Barcelona lebih unggul. Dari 10 laga itu, tim kebanggaan Catalunia tersebut memenangi enam di antaranya, sementara ”El Real” hanya unggul sekali dan sisanya imbang. Barcelona bahkan dua kali mempermalukan Madrid dengan skor telak 6-2 dan 5-0. Yang pertama bahkan dilakukan di depan publik superfanatik El Real di Bernabeu pada Mei 2009 di ajang La Liga.Dalam laga terakhir mereka di pergelaran Super Copa, Barcelona juga unggul 3-2. Namun, ajang yang mempertemukan juara La Liga dan jawara Copa Del Rey inilah yang kemudian menjadi tolok ukur ”keunggulan” Real Madrid, di mana tim yang dimotori Cristiano Ronaldo ini sanggup memberikan perlawanan ketat terhadap passing-passing indah El Barca. Kekalahan terakhir itu juga disebut-sebut karena kurang beruntung saja, dan bukan probelum kekalahan teknis.Dalam lima laga terakhir, paling tidak satu pemain El Real terkena kartu merah, dan ini merupakan salah satu faktor yang membuat tim putih-putih itu selalu gagal mengungguli ”El Blaugrana”.Faktor Mourinho juga menjadi kunci. Pelatih congkak tetapi genius ini sekali lagi membuktikan sentuhan midasnya. Nyaris sama dengan kinerjanya di Internazionale Milan yang pada tahun kedua langsung mempersembahkan treble winner, termasuk Liga Champions yang amat bergengsi, tanda-tanda suksesnya di Bernabeu mulai terlihat. Gagal pada musim pertama untuk membendung dominasi Barcelona, pada musimnya yang kedua tampak akan berjalan mulus.Sejauh ini di La Liga, pasukan Mourinho tampil nyaris sempurna dan tidak pernah kendur melawan tim medioker. Kemenangan pun diraih dengan sangat meyakinkan, rata-rata dengan selisih di atas tiga gol. Barcelona, sementara itu, tak terlalu meyakinkan meski masih menunjukkan kelas sebagai juara bertahan. Kekalahan 0-1 melawan Getafe menjadi salah satu indikator kinerja pasukan Guardiola yang belum stabil.Meski musim ini tampaknya Real Madrid akan mengambil alih dominasi Barcelona, dalam beberapa aspek, terutama pembinaan, klub paling kaya di dunia itu bukanlah contoh ideal. Dengan mempertahankan reputasi sebagai ”tim beli jadi”, Mourinho meneruskan tradisi pendahulunya dengan mengumpulkan para pemain terbaik di dunia, Los Galacticos.Setelah mendatangkan Sami Khedira dan Mesut Oezil, bintang-bintang lain dari Bundesliga Jerman juga didatangkan ke Bernabeu. Mereka adalah Nuri Sahin dan Hamit Altintop.Barcelona lebih konservatif. Guardiola hanya mendatangkan dua bintang, si anak hilang Cesc Fabregas dan Alexis Sanchez. Skuadnya musim ini lebih banyak disegarkan dengan pasukan muda binaan akademi La Masia. Dalam tim El Barca sekarang, ada setidaknya 13 pemain yang usianya di bawah 21 tahun dan Thiago Alcantara menjadi starlet yang paling menonjol. Sementara pemain muda El Real hanya enam orang.Guardiola juga lebih berani menurunkan kombinasi pemain senior-yunior bahkan pada laga-laga penting. Kemungkinan besar, kondisi ini pula yang membuat Barcelona terlihat tidak terlalu stabil.Hasil imbang di Bernabeu pada Sabtu mendatang tampaknya hasil paling realistis yang akan dikejar Puyol dan kawan-kawan. Jika mereka mampu mencuri poin, tampaknya titik balik akan menjadi milik Barcelona karena leg kedua akan berlangsung di Nou Camp pada April 2012.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top