Pelatih Tite: Air Mata Neymar Bukan Tanda Kelemahan

Air mata yang keluar dari penyerang Brasil Neymar da Silva Jr. pada akhir pertandingan ketika timnya menang 2-0 atas Kosta Rika semestinya tidak dilihat sebagai kelemahan emosional, kata pelatih Tite.
Newswire | 27 Juni 2018 07:43 WIB
Striker Brasil Neymar da Silva Jr. setelah timnya menang 2-0 atas Kosta Rika dengan dua gol yang baru terjadi pada injury time babak kedua, salah satu dicetaknya. - Reuters/Lee Smith

Bisnis.com, MOSKWA – Air mata yang keluar dari penyerang Brasil Neymar da Silva Jr. pada akhir pertandingan ketika timnya menang 2-0 atas Kosta Rika semestinya tidak dilihat sebagai kelemahan emosional, kata pelatih Tite.

Dia mengutarakan pada Rabu dini hari WIB (27/6/2018) bahwa ia juga pernah menangis setelah menjalani pertandingan.

Neymar menangis setelah Brasil mencetak dua gol pada fase akhir pertandingan untuk mengalahkan tim Amerika Tengah itu, reaksi yang memicu media untuk menduga tim mereka mungkin sedang rapuh.

"Kami tidak berpikir bahwa momen emosi itu merupakan tanda ketidak-seimbangan emosional," kata Tite kepada para pewarta pada malam menjelang pertandingan Grup E melawan Serbia di mana Brasil memerlukan hasil imbang untuk melaju ke 16 besar.

"Saya memahami bahwa terdapat keseimbangan antara alasan dan emosi, dan terdapat momen ketika Anda memerlukan es, ketenangan, dan kejernihan," ucapnya.

Tite, yang punya nama asli Adenor Leonardo Bacchi, kemudian ingat bahwa ia juga menangis setelah Brasil menang 3-0 di markas Ekuador pada kualifikasi Piala Dunia, pada pertandingan pertamanya melatih timnas 2 tahun lalu.

"Saya ingin berkata kepada seantero negara Brazil bahwa... Saya menangis," tuturnya. "Ketika saya menghubungi istri saya, saya menangis dengan kegembiraan, dengan kepuasan, karena karakteristik saya adalah emosional. Saya menangis dengan perasaan bangga, sebab kami berada di bawah tekanan untuk memainkan pertandingan bagus."

Tite menambahkan Brasil menolak untuk membiarkan depresi memasuki diri, ketika mereka menekan untuk mencari gol saat melawan Kosta Rika, dan menjadikannya sebagai tanda kekuatan mental.

"Apa yang memelihara rencana permainan Anda? Itu adalah ketika Anda mencetak gol pada menit ke-91 dengan memainkan gaya yang dimainkan tim sejak awal permainan. Saya sangat gembira dengan cara kami bereaksi secara emosional pada babak kedua," tuturnya.

Berharap dapat memimpin Brasil untuk meraih gelar dunia keenamnya, Tite berkata bahwa Neymar, yang sempat absen 3 bulan karena cedera sebelum Piala Dunia, memerlukan satu pertandingan lagi untuk dapat bugar sepenuhnya.

"Kami tidak membebankan tanggung jawab besar pada bahu Neymar untuk sukses atau kegagalan," tuturnya. "Itu tanggung jawab keseluruhan tim untuk menang atau kalah."

Sumber : Antara/Reuters

Tag : piala dunia 2018
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top