Para Pelatih Italia Frustrasi, Sepak Bola Modern Terlalu 'Dimanjakan' Pelanggaran

Pelatih Italia, termasuk Daniele De Rossi dan Gian Piero Gasperini, frustrasi dengan sepak bola modern yang terlalu dimanjakan pelanggaran dan penalti, mengaburkan nilai fair play.
Bintang muda AC Milan Charles De Ketelaere/Sempre Milan
Bintang muda AC Milan Charles De Ketelaere/Sempre Milan

Bisnis.com, JAKARTA - Segelintir pelatih asal Italia mengungkap kekecewaan terhadap sepak bola modern yang terlalu dimanjakan oleh pelanggaran, apalagi yang berujung penalti. 

Pelatih Genoa sekaligus legenda Timnas Italia peraih trofi Piala Dunia 2006, Daniele De Rossi mengungkap rasa frustasinya itu selepas kalah 2–3 saat menjamu Napoli di Stadion Luigi Ferraris akhir pekan lalu.

Pasalnya, gol menit-menit akhir Napoli oleh Rasmus Hojlund dari titik putih merupakan hadiah yang diberikan wasit setelah diprotes keras hingga kemudian mengecek VAR. Sebabnya, bek Genoa, Cornet dianggap menginjak kaki penyerang Napoli, Antonio Vergara. 

De Rossi pun seperti ditimpa kesialan dua kali berturut-turut, sebab pada pekan sebelumnya, kekalahan di kandang Lazio dengan skor 3–2 pun terjadi karena ada penalti di menit akhir. Bedanya, saat itu kiper Genoa, Justin Bijlow yang dianggap melakukan pelanggaran saat menepis bola di dekat pemain Lazio.

"Saya baru bicara tentang penalti minggu lalu. Kita semua tidak tahu lagi apa itu kesalahan yang jelas dan tidak. Kita tidak lagi tahu soal apa itu sengaja menginjak kaki seseorang atau tidak," jelasnya dalam keterangan selepas laga, Senin (9/2/2026).

Pelatih yang dikenal sebagai pemain legendaris AS Roma itu pun tidak bisa berkata-kata, sebab menganggap sepak bola modern terlalu dimanjakan dengan pelanggaran.

"Sepak bola yang dulu saya mainkan sudah tidak ada lagi. Masa saya harus menyuruh pemain untuk menjaga tangan di punggung atau tidak melakukan tekel," tambahnya.

Senada, Manajer AS Roma Gian Piero Gasperini mengaku sepakat dengan De Rossi dan meminta seluruh pelatih untuk kompak menyuarakan pendapat.

"Saya merasakan hal yang sama persis seperti Daniele dan pelatih lain. Kami tak suka jenis sepak bola macam ini. Para penggemar pun tidak menyukainya. Ada kebingungan," ungkapnya dalam konferensi pers yang diunggah di laman resmi AS Roma.

Menurutnya, strategi mencoba curang untuk mendapatkan pelanggaran atau penalti bukanlah sepak bola seutuhnya.

Bahkan menurutnya, sampai ada tim-tim yang sengaja mengajari pemain cara terjatuh jika disentuh atau kakinya tak sengaja terinjak, atau secara umum disebut cara-cara diving.

"Mengerikan menonton pertandingan dengan kartu kuning yang aneh, penalti yang tidak jelas, kesengajaan jatuh dari para pemain, dan bangku cadangan yang memprovokasi wasit," tambahnya.

Oleh karena itu, Gasperini menekankan sesuatu harus dimulai dari para pelatih itu sendiri, sehingga sedikit demi sedikit akan terjadi perubahan sistem yang merugikan nilai-nilai fair play sesungguhnya dari sepak bola, juga olahraga secara umum.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro