Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketua Umum PSSI Minta Kapolri AKtifkan Kembali Satgas Antimafia Bola

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan berharap Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali mengaktifkan Satuan Tugas Antimafia Bola yang sempat aktif pada 2018–2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 November 2021  |  00:57 WIB
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (tengah) didampingi Ketua Komite Disiplin PSSI, Erwin Tobing (kanan) dan Sekjen PSSI Yunus Nusi (kiri) memberikan keterangan pers terkait dugaan pengaturan skor Perserang Serang pada Liga 2 2021 di Kantor PSSI, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). - ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (tengah) didampingi Ketua Komite Disiplin PSSI, Erwin Tobing (kanan) dan Sekjen PSSI Yunus Nusi (kiri) memberikan keterangan pers terkait dugaan pengaturan skor Perserang Serang pada Liga 2 2021 di Kantor PSSI, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). - ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan berharap Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali mengaktifkan Satuan Tugas Antimafia Bola yang sempat aktif pada 2018–2020.

“Saya mohon kepada Kapolri untuk membentuk kembali [Satgas Antimafia Bola], karena kami senang sekali sepak bola bisa dikawal Satgas,” ujar Iriawan di Jakarta, Sabtu (6/11/2021).

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mengatakan bahwa keberadaan Satgas Antimafia Bola dapat membuat pihak-pihak jahat mengurungkan niat mereka untuk macam-macam terhadap persepakbolaan nasional.

Iriawan sendiri cukup optimistis Satgas tersebut akan diaktifkan lagi. “Saya mendapatkan informasi memang akan dibentuk lagi,” ujarnya.

Terkait keberadaan petugas yang menggunakan rompi Satgas Antimafia Bola di dalam stadion saat pertandingan di Liga 1 dan Liga 2, Iriawan menjelaskan bahwa mereka bukan bagian dari Satgas yang masa tugasnya di 2018–2020.

Akan tetapi, petugas itu merupakan anggota Polri yang bertugas sesuai dengan perintah Mabes Polri dan bersandar pada perjanjian kerja sama PSSI-Polri pada 22 Juli 2021 tentang penerbitan rekomendasi dan/atau pemberian izin bantuan pengamanan, penegakan hukum, kesehatan, serta hubungan luar negeri dalam kegiatan PSSI.

“Itu bukan petugas bodong. Mereka polisi dan bekerja dengan surat perintah. Kami tak mungkin membohongi publik. Tugas utama mereka adalah mengawasi wasit,” tutur Iriawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri pssi

Sumber : Antara

Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top