Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cristiano Ronaldo, MU dan Rivalitas ‘Marketing’ Melawan Messi

Kepindahan Cristiano Ronaldo ke Manchester United memberikan warna tersendiri dalam hal rivalitas dengan Lionel Messi, serta kemampuan branding keduanya sebagai 'merek' sepak bola masa kini.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 28 Agustus 2021  |  07:00 WIB
Cristiano Ronaldo, MU dan Rivalitas ‘Marketing’ Melawan Messi
Cristiano Ronaldo saat mengunjungi Old Trafford pada 2018. - Instagram Cristiano Ronaldo @cristiano.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kepindahan Cristiano Ronaldo dari Juventus ke Manchester United (MU) baru-baru ini, menjadi drama tersendiri di jagat sepak bola dunia.

Setelah sangat santer dikabarkan bakal memilih hijrah ke Manchester City, Ronaldo yang akrab disebut CR7 akhirnya justru berbelok tajam dengan pindah ke tim rival yakni MU pada Jumat (27/8/2021). Kabar kepindahan tersebut pun menjadi menjadi trending topic di hampir segala macam platform dunia maya.

Namun tentu menjadi pertanyaan, mengapa Ronaldo secara tiba-tiba memutuskan pindah dari Juventus, lalu memilih MU sebelum ‘ngeprank’ City di pengujung bursa transfer Liga Inggris? Apalagi belum lama ini dia sempat memberikan kode bahwa dirinya akan tetap tinggal di Tim Nyonya Tua pada bursa transfer 2021, setelah digosipkan ‘balik kucing’ ke Real Madrid.

Terlepas dari segala macam faktor teknis di sepak bola, kepindahan Ronaldo dari Juventus ke MU bisa dilihat sebagai sebuah strategi marketing yang paripurna dari CR7.

Mantan pemain Real Madrid dan Sporting Lisbon ini tampaknya paham betul bagaimana dia harus mengemas dirinya sebagai merek besar di jagat sepak bola. Baik di dalam lapangan maupun luar lapangan.

Di sisi lain, dia juga tampaknya sangat memahami bahwa “Ronaldo vs Messi”, "Cristiano Ronaldo", dan "Lionel Messi" adalah sebuah brand utama sepak bola modern yang perlu terus dijaga dan masih laku untuk terus digocek. Segala hal yang berkaitan dengan nama-nama tersebut tentu memiliki nilai ekonomi tersendiri.

Adapun, selama hampir dua dekade terakhir persaingan Ronaldo dan Messi di jagat tertinggi sepak bola dunia terus terjadi. Hal itu dibuktikan dari gelar Ballon d’Or –penghargaan bagi pemain bola terbaik dunia– yang terus bergantian dimenangkan oleh Ronaldo dan Messi tiap tahun sejak 2008.

“Kami telah berbagi panggung selama 15 tahun. Saya tidak tahu apakah itu pernah terjadi sebelumnya. Dua orang yang sama, sepanjang waktu,” ujar Ronaldo dalam sebuah sesi di acara drawing Liga Champions 2019 di Monako.

Dari potongan pernyataan Ronaldo tersebut, tersirat pengakuan bahwa persaingannya dengan Messi adalah sebuah cerita besar yang terus terpelihara selama ini.

ronaldo messi

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo duduk bersebelahan dalam acara pengundian Liga Champions 2019. /UEFA.com

Ronaldo, tentu tidak naif-naif amat dalam menanggapi persaingannya dengan Messi. Citranya sebagai olahragawan yang haus akan persaingan tentu tetap ingin dijaganya.

Apalagi, musim ini 2020/2021 boleh dibilang Ronaldo sedikit kalah dari Lionel Messi, sang mantan mega bintang Barcelona. Hal itu berawal dari keberhasilan Messi membawa Argentina menjuarai Copa America 2021 lalu.

Messi berhasil mencopot kutukannya di Timnas Argentina sekaligus melepas bayang-bayang label ‘kekalahanya’ di kancah sepak bola internasional dari Ronaldo. Sebelumnya Messi cukup sering dicaci dan dibandingkan dengan Ronaldo yang lebih dulu berhasil membawa Portugal juara Euro 2016.

Sementara itu, ketika Messi berhasil membawa Tim Tango juara Copa America 2021, Ronaldo justru menjadi pesakitan bersama Portugal di Euro 2020 yang digelar pada 2021. Tim Selecao yang dikapteni CR7 harus mengakhiri kompetisi ketika dikalahkan Belgia di babak 16 besar.

Tanpa memperhitungkan karir di level klub, di mana Barcelona dan Juventus sama-sama gagal juara di liga domestik 2020/2021, di luar lapangan Messi lagi-lagi berhasil mengungguli Ronaldo.

Hal itu bermula dari kepindahan Messi dari Barcelona ke PSG. Perhatian pecinta sepak bola dunia dibawa oleh drama gagalnya Messi memperpanjang kontrak di Barcelona.

Drama dimulai ketika Messi yang sudah bersedia memangkas separuh gajinya demi menjaga neraca keuangan Barcelona, tapi terpaksa harus meninggalkan klub kebanggannya tersebut. Kali ini operator Liga Spanyol yakni LFP menjadi aktor antagonisnya. Aturan baru LFP mengenai penjagaan kondisi keuangan klub membuat Barcelona dan Messi gagal melanjutkan cerita mereka.

Kisah pun berlanjut ketika Messi memilih PSG sebagai pelabuhan berikutnya. Dilepas dengan derai tangis fans Barcelona, Messi lalu disambut dengan sukacita oleh penggemar PSG pada awal bulan ini.

La Pulga –julukan Messi– merajut kisah barunya dengan bergabung dengan dream team asal Paris, Prancis tersebut.  Dalam hal ini, pilihan Messi dianggap tepat oleh para pundit sepak bola.

messi

Pemain Paris Saint Germain, Lionel Messi/Footy Headlines

Bagaimana tidak, PSG sebelumnya berhasil mendaratkan sejumlah pemain besar macam Sergio Ramos, Achraf Hakimi dan Gianluigi Donnarumma. Mereka menyusul bintang-bintang lain yang telah ada sebelumnya di PSG, macam Kylian Mbappe, Neymar sampai Angel Di Maria.

Praktis, panggung dan segala pemberitaan sepak bola dunia tersedot ke drama kepindahan Messi tersebut. Publik dibuat menanti kiprah La Pulga di PSG bersama bintang-bintang lain. Sementara Ronaldo, boleh dibilang pemberitaannya tak sekencang Messi dengan kisah kepindahannya.

Untuk sementara, skor 1-0 bagi 'merek' Messi, unggul dari 'merek' Ronaldo.

DRAMA CR7 DIMULAI

Namun, ketika kabar pemberitaan Messi melandai, Ronaldo secara tiba-tiba muncul ke permukaan. Bermula dari dicadangkannya Ronaldo di laga perdana Liga Italia antara Juventus vs Udinese pada 22 Agustus 2021, isu kepindahan CR7 mulai naik kembali.

Ronaldo awalnya dikaitkan dengan PSG, dengan isu dia ingin menyusul sekaligus mengakhiri rivalitasnya dengan Messi. Namun, PSG justru dikabarkan tak tertarik dengan pemain yang akrab menggunakan nomor punggung 7 tersebut. Klub yang terafiliasi dengan sovereign wealth fund (SWF) Uni Emirat Arab itu tidak ingin tersandung aturan financial fair play ketika merekrut Ronaldo dengan gaji tinggi.

Terbaru, dalam 3 hari terakhir, kabar Ronaldo pindah ke Manchester City tiba-tiba mengemuka. Hal itu setidaknya terekam dari keyword pencarian kata Ronaldo di Google yang naik signifikan di seluruh dunia sejak 26 Agustus 2021.  

Kabar kepindahan Ronaldo salah satunya diperkuat oleh pernyataan jurnalis pakar transfer pemain bola Fabrizio Romano. Dalam akun resmi Instagramnya, Romano pada 27 Agustus menyebutkan Ronaldo memutuskan hengkang dari Juventus.

Nama Manchester City disebut menjadi yang terdepan untuk mendatangkan Ronaldo. Apalagi pelatih City, Pep Guardiola menyatakan minatnya merekrut pemain berusia 36 tahun itu.

Kabar itu pun menjadi buah bibir yang ramai dibicarakan penggemar sepak bola, terutama fans MU. Mayoritas fans Setan Merah berharap Ronaldo tidak pindah ke klub rival. Bahkan sebagian dari mereka siap untuk mengecam dan mengecap Ronaldo sebagai pengkhianat. Terlebih CR7 sudah dianggap sebagai legenda klub.

ronaldo

Cristiano Ronaldo/Reuters-Alberto Lingria

Apalagi sebuah kalimat dari Ronaldo pada medio 2013, sempat muncul di permukaan kembali. Kala itu dia menyatakan tidak akan mau pindah ke City karena MU selalu ada di hatinya. Label penjilat ludah sendiri pun siap dilemparkan para fans MU ke Ronaldo.

Legenda MU Wayne Rooney pun urun suara. Dia mengaku tidak ingin melihat dan akan sangat kecewa jika mantan kompatriotnya itu akhirnya berlabuh ke City.

Beruntung, manajemen MU akhirnya turun tangan untuk ikut memburu Ronaldo. Hal itu bermula ketika agen Ronaldo yakni Jorge Mendes menawarkan proposal ke MU untuk membeli pemainnya.

Drama pun berakhir ketika MU mengumumkan mereka resmi membeli Ronaldo dari Juventus dan City mundur dari persaingan. Ronaldo ditebus dengan banderol 25 juta euro dan tawaran kontrak gaji 480.000 pound sterling per pekan sampai 2023.

LEGACY RONALDO

Dari kisah perjalanan transfer Ronaldo itu, boleh diartikan sang pemain sedang melantunkan kembali orkestra kebintangannya di luar lapangan. Secara akal sehat, Ronaldo tentu tidak ingin dengan mudah pindah ke Manchester City.

Kemarahan fans MU akan lebih berdampak kepada citra dan jumlah penggemarnya, ketimbang sambutan penggemar City yang tak sebesar penggemar Setan Merah.

Laporan Football Money League 2021 melaporkan, jumlah penggemar MU di media sosial menjadi yang terbanyak ketiga di dunia dengan mencapai 140 juta orang. Bandingkan dengan fans City yang ‘hanya’ 75,9 juta orang.

Ronaldo tentu menghindari potensinya menjadi musuh bagi setidaknya 140 juta fans MU tersebut. Dia pun tidak ingin jumlah followers-nya di Instagram yang mencapai 334 juta orang berkurang drastis. Sekadar catatan, Ronaldo menjadi orang pertama di dunia yang followers IG-nya menembus 300 juta.

ronaldo

Cristiano Ronaldo dan merek parfum besutannya, CR7. /Instagram @cristiano.

Di sisi lain, merek pribadinya yakni CR7 yang berdasarkan laporan Financial Express pada 2021 bernilai lebih dari 100 juta euro, bisa jdi tercoreng oleh kekecewaan fans MU. Belum lagi dengan perusahaan lain yang melekat sebagai sponsornya yang bakal turut ternoda oleh pengkhianatannya ketika berlabuh ke City. Perusahaan itu antara lain Giorgio Armani, Tag Heuer, Egyptian Steel, Herbalife, Italia Independent, Clear, PokerStars, and Castrol.

Namun, kini dengan taglineWelcome Home” ketika diumumkan oleh MU, Ronaldo berhasil mengakhiri dengan indah orkestra drama kepindahannya. Sekali lagi dia berhasil melakukan ‘showmanship’ dengan apik melalui kisah indah sekaligus aman bagi fans MU, penggemar pribadinya, merek pribadi dan juga sponsornya.

Ronaldo juga berpeluang mengungguli Messi nantinya ketika dia berhasil membawa MU juara. Hal itu akan menjadi legacy tersendiri dari kepulangannya ke Old Trafford, yang berpeluang besar menjadi tempat pensiunnya nanti.

Akan menjadi sebuah epos cerita yang menarik dari seorang legenda yang kembali dan mengakhiri karirnya di klub yang membesarkan namanya. Merek "Cristiano Ronaldo" pun akan tetap terjaga popularitasnya.  

Apalagi Ronaldo lebih dulu dianggap unggul dari Messi ketika menjajal tiga liga kasta atas Eropa, dengan keluar dari MU menuju Real Madrid lalu ke Juventus. Sementara Messi baru sekali menjejakkan kakinya keluar Spanyol dengan ke PSG

Di sisi lain, jika berbicara unpopular opinion, bisa jadi kabar kepindahan ke Manchester City adalah gimmick semata dari Ronaldo.

Strategi itu dilakukan untuk menciptakan kabar kepindahannya sebagai bentuk kampanye pemasaran (marketing) dirinya yang merupakan olahragawan paling bernilai di dunia.

Siapa tahu?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Manchester City manchester united sepakbola PSG lionel messi cristiano ronaldo
Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top