Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gagal ke Perempat Final Piala Menpora, Bhayangkara FC Tidak Mau Terus Kecewa

Meski gagal melangkah ke babak 8 besar Piala Menpora kini pelatih Bhayangkara Solo FC, Paul Munster tidak mau berlarut-larut dalam rasa kecewa.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 01 April 2021  |  16:33 WIB
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster - Liga Indonesia
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster - Liga Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah Bhayangkara Solo FC harus terhenti di babak penyisihan Grup B Piala Menpora 2021 usai takluk 2-1 dari Persija Jakarta di laga terakhir.

Meski gagal melangkah ke babak 8 besar kini pelatih Bhayangkara Solo FC, Paul Munster tidak mau berlarut-larut dalam rasa kecewa.

Pelatih asal Irlandia Utara itu langsung fokus pada menjaga dan mengembalikan kebugaran fisik para pemain The Guardians untuk mempersiapkan diri menyambut kompetisi Liga 1 2021.

“Kita selanjutnya tetap akan menjaga kebugaran pemain karena bisa dilihat tadi beberapa pemain keluar dalam posisi cedera. Yang harus orang ingat adalah ini masih masa pra musim,” ucap Paul dalam situs resmi Liga Indonesia.

Menurutnya Piala Menpora adalah turnamen pra musim yang dimanfaatkan untuk mencari komposisi ideal skuatnya. Dia juga menyebut persiapan yang minim menjelang turnamen juga menjadi kendala baginya untuk mempersiapkan tim. Apalagi sudah setahun tidak ada kompetisi yang kompetitif, sehingga untuk mengembalikan top performa pemain membutuhkan waktu yang lebih lama.

“Masa persiapan hanya punya waktu 2-3 minggu bagi setiap tim untuk mempersiapkan timnya dan mulai berlaga di pertandingan yang 4-5 hari sekali bertanding. Jadi kedepannya kita tetap meningkatkan kebugaran pemain,” kata eks pelatih Timnas Vanuatu.

Kebugaran fisik menurutnya sangat penting. Berdasarkan pengamatannya sepanjang laga melawan Persija Jakarta, secara teknik dan taktik, Bhayangkara Solo FC lebih unggul dari Persija Jakarta. Namun kondisi fisik pemain yang cepat drop berdampak pada konsentrasi pemain yang gagal mengantisipasi serangan lawan.

Seperti skema set piece, yang menurut Paul sudah disiapkan strategi antisipasinya. Meski dirasa berhasil meredam set piece Persija Jakarta namun konsentrasi pemain yang menurun berujung pada lengahnya penjagaan pemain lawan dan membuat tim kebobolan lewat skema set piece.

“Hanya satu tadi mungkin salah satu dari pemain switch off dan kita kebobolan. Karena tidak ada yang menjaga orang yang cetak gol, itu satu kesalahan saja yang kita buat,” tandasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

persija Bhayangkara FC

Sumber : Liga Indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top