Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus 2016, WADA Minta Maaf ke Eks Pemain Liverpool Mamadou Sakho

WADA menyatakan Mamadou Sakho, saat berseragam Liverpool, menggunakan doping. Kenyataannya, pemain itu tidak melakukan pelanggaran terkait dengan doping. Meski kasus itu telah berlalu 4 tahun, WADA sekarang menyampaikan permintaan maaf.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 November 2020  |  11:12 WIB
Mamadou Sakho - Reuters
Mamadou Sakho - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Anti-Doping Dunia (World Anti-Doping Agency/WADA) meminta maaf dan bersedia membayar ganti rugi kepada bek asal Prancis Mamadou Sakho atas hukuman doping yang keliru pada 2016.

WADA menyampaikan hal itu melalui penasihat hukumnya kepada pemain dengan 29 caps dan dua gol untuk Timnas Prancis itu dalam sidang terbuka pada Rabu (4/11/2020), demikian dilaporkan media-media Inggris yang dikutip Reuters dan dilansir Antara pada Kamis (5/11/2020).

Bek Crystal Palace itu masih berseragam Liverpool dan diinvestigasi oleh Union of European Football Associations (UEFA) serta dijatuhi sanksi awal larangan tampil 30 hari pada April 2016 setelah dalam tes doping dinyatakan positif menggunakan zat pembakar lemak Higenamine.

Akibat sanksi itu, pemain berdarah Senegal tersebut tidak diizinkan tampil dalam partai final Liga Europa Liverpool berhadapan dengan Sevilla serta tak bisa memperkuat Timnas Prancis di Piala Eropa (Euro) 2016 saat mereka menjadi tuan rumah dan finis sebagai runner-up, dikalahkan Portugal di final.

Belakangan, pada Juli 2016, UEFA menghentikan penyeldikan kasus doping Sakho setelah terkonfirmasi bahwa Higenamine tidak tercantum dalam daftar zat terlarang WADA saat itu.

UEFA juga sempat mengkritik WADA atas ketidakjelasan status Higenamine, yang segera dijawab oleh WADA, yang bermarkas di Montreal, Kanada.

"WADA mengakui seharusnya tidak melakukan tuduhan ini... mengingat Tuan Sakho sudah dibebaskan dari kasus oleh UEFA," kata pengacara WADA tulis Reuters mengutip laporan The Athletic.

Kasus doping tersebut juga membuat Sakho tidak pernah kembali diberi kepercayaan tampil oleh manajer Jurgen Klopp di Liverpool sebelum dipinjamkan ke Crystal Palace dan akhirnya dipermanenkan.

"WADA mengakui Tuan Sakho tidak melanggar Aturan Anti-Doping UEFA, tidak berlaku curang, maupun berniatan mencari keuntungan dengan tidak benar serta berlaku sesuai aturan," kata pengacara WADA.

"WADA menyesali dampak atas tuduhan ini terhadap reputasi Tuan Sakho serta stres, rasa malu, dan rasa sakit yang ditimbulkan. Untuk memenuhi permintaan maaf tulus ini, WADA telah sepakat membayar sejumlah ganti rugi kepada Tuan Sakho. WADA juga siap menanggung biaya kasus Tuan Sakho."

Sakho menyambut baik hasil dari persidangan itu, tetapi dengan semua hasil itu ia ingin beranjak dan melanjutkan kariernya.

"Tentu tidak mudah ketika Anda sebagai atlet profesional dituduh melakukan doping. Hal terburuk yang bisa Anda bayangkan. Saya selalu percaya dengan jajaran pengacara saya, yang jadi skuat saya, tim saya," katanya kepada wartawan di luar pengadilan London.

"Sebagaimana banyak orang bilang, kebenaran terkadang butuh waktu untuk dibuktikan dan saya senang WADA sudah menyampaikan permintaan maaf. Sekarang semua itu seudah berlalu dan saya hanya ingin beranjak menatap ke depan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liverpool timnas prancis doping

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top