Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Prancis Hina Islam, Lupa Sejarah Piala Dunia & Euro

Presiden Prancis Emmanuel Macron menghina Islam dan tidak menyadari kontribusi muslim terhadap negara itu di berbagai bidang termasuk sepak bola.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  17:59 WIB
Zinedine Zidane mengangkat trofi ketika Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998. - FIFA.com
Zinedine Zidane mengangkat trofi ketika Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998. - FIFA.com

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prancis Emmanuel Macron mendukung penerbitan kartun Rasulullah Muhammad SAW sebagai bentuk kebebasan berekspresi. Dia tidak berpikir bahwa kebebasan seseorang dibatasi oleh hak orang lain, termasuk kebebasan meyakini agamanya.

Presiden termuda sepanjang sejarah Prancis ini begitu saja mengabaikan perasaan warganya yang muslim, yang menurut data Uni Eropa mencapai 8,8 persen dari populasi 67 juta orang atau sekitar 5,9 juta orang. Macron, kelahiran 21 Desember 1977, tak menyadari kontribusi umat Islam untuk Prancis.

Mari kita buka lembaran sejarah di bidang sepak bola saja. Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998 dan 2018, runner-up edisi 2006, serta juara Piala Eropa (Euro) 1984 dan 2000 tak lepas dari peran penting para pemain muslim.

Rasanya mustahil seorang mengaku penggemar sepak bola tetapi tidak mengetahui Zinedine Zidane. Zidane berperan luar biasa penting ketika Prancis juara Piala Dunia 1998. Dia mencetak dua gol di final saat Prancis, yang menjadi tuan rumah, menundukkan Brasil 3–0.

Zidane, yang dikenal luas sebagai muslim, juga mencetak gol ketika Prancis bermain imbang 1–1 melawan Italia dalam permainan selama 120 menit di final Piala Dunia 2006, tetapi kemudian kalah adu penalti.

Namun, bukan hanya Zidane yang berperan penting ketika Les Bleus juara Piala Dunia 1998. Ada nama Patrick Vieira dan Thierry Henry. Vieira dikabarkan menjadi muslim pada 2017, tapi kabar ini belum sepenuhnya terbukti kebenarannya.

Sementara itu, Henry dikenal luas sebagai peminat Islam, tetapi sejauh ini belum ada kabar yang menyatakan dia benar-benar menjadi mualaf.

Zidane, bersama Vieira dan Henry, juga tampil ketika Prancis finis kedua di Piala Dunia 2006 di Jerman. Ketika itu, pemain muslim bukan hanya Zidane. Selain pemain berdarah Aljazair itu, pemain Prancis di skuad Piala Dunia 2006 adalah Eric Abidal, Alou Diarra, dan Franck Ribery.

Ketika untuk kedua kalinya menjadi juara Piala Dunia 2 tahun lalu di Rusia, Prancis juga diperkuat sejumlah pemain muslim. Mereka adalah Paul Pogba, Ousmane Dembele, Adil Rami, N'Golo Kante, Nabil Fekir, dan Djibril Sidibe.

Ketika menjadi juara Piala Eropa (Euro) 2000, Prancis diperkuat sedikitnya dua pemain muslim yakni Zidane dan Nicolas Anelka. Pada 1984, ketika pertama kali menjadi juara Euro, Amadou Jean Tigana menjadi satu-satunya muslim di skuad Prancis.

Sejarah sepak bola Prancis sejak lama terkait dengan para pemain muslim. Pada Piala Dunia 1938, ketika menjadi tuan rumah, ada nama Abdelkader Ben Bouali, yang menjadi pemain dari Afrika bagian utara yang bermain untuk Timnas Prancis. Dia berdarah Aljazair.

Pada Piala Dunia 1954 di Swiss, Prancis diperkuat Abderrahmane Mahjoub dan Abdelaziz Ben Tifour. Pada Piala Dunia 1982 di Spanyol dan 4 tahun kemudian di Meksiko terdapat nama Jean Tigana.

Nama Zidane masih tercantum memperkuat Prancis di Piala Dunia 2002 dan 2006, sedangkan di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan di Timnas Prancis terdapat sejumlah pemain muslim yakni Bacary Sagna, Eric Abidal, Franck Ribery, Alou Diarra, Abou Diaby, dan Nicolas Anelka.

Pemain muslim juga hadir di kubu Prancis ketika mereka bertarung di Piala Dunia 2014 di Brasil yaitu Paul Pogba, Karim Benzema, Mamadou Sakho, Bacary Sagna, dan Moussa Sissoko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis islam Emmanuel Macron
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top