Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Italia Diserbu Corona, 23 Pemain Inter Sudah Bertumbangan

Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku mengungkapkan 23 dari 25 pemain timnya menderita sakit pada pengujung Januari, sekira sebulan sebelum kasus pasien Covid-19 pertama diumumkan di Italia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 April 2020  |  06:42 WIB
Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku (kanan) dan pelatih Antonio Conte./Antara - AFP
Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku (kanan) dan pelatih Antonio Conte./Antara - AFP

Bisnis.com, JAKARTA – Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku mengungkapkan 23 dari 25 pemain timnya menderita sakit pada pengujung Januari, sekira sebulan sebelum kasus pasien Covid-19 pertama diumumkan di Italia.

Hal itu diungkapkan Lukaku dalam sesi wawancara melalui Instagram Live bersama istri penyerang Napoli Dries Mertens, Kat Kerkhofs, yang juga merupakan presenter stasiun televisi Belgia pada Selasa (21/4/2020).

Hingga saat ini Inter belum melaporkan ada kasus positif di antara skuatnya kendati klub itu bermarkas di Lombardia, provinsi episentrum pandemi Covid-19 di Italia.

"Kami sempat libur sepekan pada Desember dan ketika kembali saya bersaksi bahwa 23 dari 25 pemain sakit. Saya tidak bercanda," kata Lukaku sebagaimana dilansir laman Football Italia, dan diwartakan Antara pada Rabu (22/4/2020) dini hari WIB.

"Kami bermain melawan Cagliari-nya Radja Nainggolan dan setelah 25 menit, salah satu bek kami harus meninggalkan lapangan. Dia tidak bisa lanjut bermain dan hampir pingsan," ujarnya menambahkan.

Lukaku merujuk pada Milan Skriniar yang meninggalkan lapangan setelah pertandingan pada 26 Januari itu baru berlangsung 17 menit dan berdasarkan pernyataan resmi dia merasa pusing dan belum sembuh dari flu yang dideritanya.

Pasien positif Covid-19 pertama di Italia baru diumumkan pada 21 Februari, sehingga para pemain Inter tidak menjalani pemeriksaan terkait penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru tersebut.

"Semua orang batuk-batuk dan demam. Ketika melakukan pemanasan, saya merasa suhu badan lebih tinggi daripada biasanya. Saya sudah bertahun-tahun tidak demam," kata Lukaku.

"Setelah pertandingan saya sebetulnya diundang makan malam dengan pihak Puma, tetapi saya membatalkannya dan langsung beristirahat. Saat itu kami tidak melakukan pemeriksaan Covid-19, jadi kami tidak pernah tahu secara pasti," ujarnya.

Skuat Inter mungkin nantinya mengetahui secara pasti soal dugaan Lukaku tersebut ketika kembali berlatih, sebab protokol yang diajukan operator Serie A mengharuskan setiap tim mengadakan tes darah untuk memeriksa antibodi para pemainnya.

Jika ditemukan terdapat antibodi, itu berarti mereka sempat dihinggapi virus tersebut namun sukses pulih secara alamiah.

Serie A Italia masih tak tentu nasibnya, tetapi pihak operator dan federasi sepak bola setempat FIGC tengah mengajukan untuk kelanjutan kompetisi musim 2019/20 disertai protokol kesehatan dan keamanan yang diajukan ke Pemerintah Italia.

Inter tampak sebagai penantang gelar juara serius pada awal musim dibimbing pelatih anyar Antonio Conte, tetapi kini tertahan di urutan ketiga klasemen dengan koleksi 54 poin dan terpaut 9 poin dari Juventus di puncak sebelum kompetisi ditangguhkan karena pandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inter milan Virus Corona

Sumber : Antara/Football Italia

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top