Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembelian Newcastle oleh Pangeran Salman Ditentang Aktivis HAM

Pembelian Newcastle United oleh Mohammed bin Salman mendapatkan respon keras dari penggiat Hak Asasi Manusia di Inggris.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 April 2020  |  17:25 WIB
Pangeran Salman, pemilik baru Newcastle United - Givemesport
Pangeran Salman, pemilik baru Newcastle United - Givemesport

Bisnis.com, JAKARTA - Pembelian Newcastle United oleh Mohammed bin Salman mendapatkan respon keras dari penggiat Hak Asasi Manusia di Inggris. Mereka memperingatkan otoritas Liga Inggris atas sejumlah catatan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan putra mahkota Kerajaan Arab Saudi itu.

Amnesti Internasional Inggris misalnya. Mereka mengingatkan bahwa sepak bola Inggris harus memiliki jaring pengaman terhadap kemungkinan terhubung dengan pelanggaran HAM.

“Semua bisnis perlu melindungi dari kemungkinan tautan ke pelanggaran HAM, dan sepakbola Inggris tidak berbeda," tulis Direktur Amnesty International, Kate Allen, dalam pernyataan resminya.

Allen juga menyatakan bahwa pembelian Newcastle United bisa menjadi sebuah tindakan politik. Menurut dia, hal itu dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menyembunyikan pelanggaran HAM yang mereka lakukan.

 “Kami sama sekali tidak hendak mengatakan siapa yang seharusnya menjalankan Newcastle United, tetapi Liga Premier setidaknya harus berhenti sejenak dan melihat dengan serius situasi HAM di Arab Saudi. Itu (pembelian Newcastle) beresiko memberikan keuntungan bagi pihak tertentu - penipu yang rela menggunakan olahraga untuk menghapus jejak pelanggaran hak asasi mereka yang buruk."

“Ini lebih dari sekedar transaksi finansial - ini adalah latihan membangun citra yang mengacu pada prestise Liga Premier dan hasrat penggemar Newcastle United," kata Allen.

Allen pun mewanti-wanti staf dan penggemar Newcastle United bahwa pelanggaran HAM bisa saja terjadi di klub itu.

“Apakah kesepakatan ini berjalan atau tidak, kami menyerukan staf dan penggemar Newcastle United untuk membiasakan diri dengan situasi hak asasi manusia yang mengerikan di Arab Saudi dan bersiap untuk berbicara tentang hal itu."

Terakhir, dia meminta otoritas Liga Inggris untuk membuka secara transparan bagaimana tes yang mereka lakukan terhadap orang-orang di balik pembelian Newcastle United tersebut.

"Paling tidak, Liga Premier harus membuat pernyataan yang jelas tentang bagaimana tes pemilik dan direkturnya telah diterapkan dalam kasus ini, dan penilaian apa yang telah dibuat atas catatan hak asasi manusia Arab Saudi di bawah kepemimpinan Muhammed bin Salman."

Muhammad bin Salman dikenal sebagai sosok yang kontroversial dan menghadapi banyak tudingan pelanggaran HAM. Salah satu yang paling serius adalah pembunuhan terhadap wartawan senior Jamal Khashoggi pada 2018 lalu.

Dia disebut memerintahkan pembunuhan Khashoggi yang terjadi di Konsul Arab Saudi di Istanbul Turki. Pemerintah Arab Saudi kabarnya telah memecat sejumlah petinggi badan intelijen dan menangkap 11 eksekutor Khashoggi, namun mereka membantah adanya keterlibatan Muhammad bin Salman.

Pada awal Maret lalu pemerintah Prancis bahkan melarang MBS untuk masuk ke negara itu karena tudingan pelanggaran HAM yang diarahkan kepadanya.  Dia awalnya disebut hendak mengunjungi Istana Raja Louis XIV yang dia beli pada 2015 lalu. 

Soal pembelian Newcastle United, Muhammad bin Salman kini dikabarkan tinggal menunggu persetujuan dari otoritas Liga Inggris. Dia dan Mike Ashley, pemilik Newcastle United saat ini, sebelumnya dikabarkan telah sepakat dengan harga 300 juta pound sterling atau sekitar Rp 5,8 triliun.

Nantinya, Muhammad bin Salman akan menguasai 80 persen saham klub itu melalui Saudi Arabia Public Investment Fund. Sisa sahan Newcastle United lainnya akan dibagi rata oleh broker Amanda Staveley dan Rubben bersaudara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

newcastle

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top