Punya Kemampuan Luar Biasa, Wajar Harga Rodri Setinggi Langit

Punya Kemampuan Luar Biasa, Wajar Harga Rodri Setinggi Langit
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Juli 2019  |  14:38 WIB
Punya Kemampuan Luar Biasa, Wajar Harga Rodri Setinggi Langit
Rodrigo Hernandez - Metro

Bisnis.com, JAKARTA - Manchester City secara resmi memperkenalkan gelandang RodriHernandez sebagai rekrutan anyarnya pada bursa transfer musim panas ini. Gelandang Atletico Madrid itu ditebus sebagai pemain termahal dalam sejarah klub itu.

Untuk mendapatkan pemain berusia 23 tahun itu, Manchester City disebut harus merogoh kocek sebesar 62,5 juta pound sterling atau sekitar Rp 111,2 miliar. Dia memecahkan rekor pembelian Manchester City ketika memboyong Riyad Mahrez dari Leicester City sebesar 60 juta pound sterling musim lalu.

Lantas siapa gelandang asal Spanyol tersebut? Apa keistimewaannya? Kenapa dia dihargai sebegitu mahal dan apa yang bisa diharapkan suporter Manchester City?

Rodri awalnya merupakan pemain binaan akademi Atletico Madrid. Bergabung pada usia 11 tahun, dia dianggap tak terlalu bertalenta sehingga klub itu membuangnya ke Villarreal pada 2013 lalu atau saat dia menginjak 17 tahun.

Di Villarreal dia mengalami perkembangan pesat hingga akhirnya menembus tim utama pada 2016. Dia sempat dianggap sebagai salah satu gelandang bertahan muda terbaik yang dimiliki Spanyol saat itu hingga sempat dipanggil Timnas Spanyol U-19.

Atletico Madrid membelinya kembali musim lalu dengan mahar 25 juta euro. Pelatih Diego Simeone kabarnya tertarik membawa si pemain kembali karena dia menilai Rodri memiliki banyak kesamaan dengan pemain andalannya, Gabi.

Atletico sendiri sebenarnya tak mau melepas si pemain pada bursa transfer musim panas ini. Namun mereka tak berdaya karena Manchester City menyanggupi menebus klausa pemutusan kontrak si pemain yang jika dikonversi ke euro senilai 70 juta.

Menurut laman Transfermarkt, Atletico Madrid sebenarnya merugi dengan menjual si pemain dengan harga sebesar itu. Pasalnya, berdasarkan taksiran mereka, gelandang dengan performa seperti Rodri bisa dilepas dengan harga pasaran mencapai 80 juta euro.

Soal nilai si pemain yang meroket jauh dari musim lalu, media ESPN menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Sebagai gelandang bertahan, Rodri memiliki kelebihan yang tak dimiliki pemain di posisinya.

Menurut mereka, Rodri memiliki kecerdasan luar biasa sehingga bisa menjalankan banyak fungsi sekaligus. Tak heran, dia adalah pesepakbola yang juga menggenggam gelar sarjana bisnis.

Dia mampu menjadi jembatan dari setiap lini permainan Atletico Madrid baik dari depan ke belakang saat bertahan maupun dari belakang ke depan saat menyerang. Pivot, begitu sepak bola Spanyol menyebutnya.

Di Atletico Madrid, dia mendapat peran penting. Dia bertugas untuk membawa bola keluar dari lini pertahananan, mengambil posisi yang tepat, mengorganisasikan permainan, memulai serangan hingga menghentikan serangan lawan.

Tugas itu diembannya dengan sangat baik karena memiliki akurasi umpan luar biasa. Musim lalu dia mencatatkan akurasi umpan hingga 91 persen, lebih tinggi dari gelandang-gelandang yang dimiliki Manchester City saat ini. Selain itu Rodri juga tercatat sebagai pemain yang paling banyak melakukan jegalan sukses di Liga Spanyol musim lalu.

Dia juga pintar dalam menjaga bola agar tak lepas dari kakinya serta kemampuan membaca serangan lawan yang mumpuni. Dengan kata lain, Rodri adalah tipikal gelandang bertahan kesukaan Guardiola seperti Sergio Busquet ketika dia menangani Barcelona atau Phillip Lahm dan Xabi Alonso ketika di Bayern Munchen.

Soal kelemahannya, dia dinilai kurang memiliki kecepatan dan juga kurang dalam hal mencetak gol. Soal kecepatan, hal itu mungkin tak terlalu penting ketika dia bermain di Liga Spanyol yang tempo permainannya tak terlalu cepat seperti di Inggris. 
Sementara soal mencetak gol itu memang bukan tugas utamanya karena dia adalah seorang gelandang bertahan. Dia tercatat hanya pernah mencetak tujuh gol sepanjang karirnya di level klub, itu pun termasuk golnya untuk tim Villarreal B.

Kini tugas Guardiola untuk meningkatkan kemampuan Rodri dalam dua hal tersebut. Pelatih asal Spanyol itu dikenal sangat apik dalam membaca potensi pemain muda dan memolesnya menjadi pemain bintang.

Mungkin saja Guardiola melihat potensi besar dari pemain barunya itu sehingga akhirnya Manchester City rela membayar sangat mahal untuk seorang pemain yang namanya baru berkibar satu musim belakangan ini. Atau bisa jadi penilainnya salah dan Rodri akan berakhir seperti Mahrez yang lebih banyak menjadi pemain cadangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Manchester City, atletico madrid

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top