Piala Afrika, Kamerun Harus Buktikan Pantas Dijadikan Favorit

Pelatih Timnas Kamerun, Clarence Seedorf, menegaskan timnya harus bisa menunjukkan kepantasan menyandang status sebagai tim favorit.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  21:38 WIB
Piala Afrika, Kamerun Harus Buktikan Pantas Dijadikan Favorit
Kamerun ketika juara Piala Afrika 2017. - Reuters/Amr Abdallah Dalsh

Bisnis.com, JAKARTA – Pelatih Timnas Kamerun, Clarence Seedorf, menegaskan timnya harus bisa menunjukkan kepantasan menyandang status sebagai tim favorit juara saat meladeni Guinea-Bissau dalam laga pertama penyisihan Grup A Piala Afrika 2019 di Stadion Ismailia, Mesir, Rabu (26/6/2019) mulai pk. 00.00 WIB.

"Kami harus bermain layaknya tim yang memperlihatkan status favorit juara. Saya pikir kami punya cukup talenta dan kemungkinan untuk melakukan hal-hal penting," ujarnya pada Senin (24/6/2019).

Dua tahun lalu, Kamerun yang ditangani Hugo Broos berhasil meraih gelar juara Piala Afrika mereka dengan mengalahkan Mesir 2-1 di partai final.

Kini, Kamerun tiba di markas negara yang mereka kalahkan 2 tahun lalu dalam perjalanan mempertahankan gelar juara.

Perjalanan Kamerun bahkan menemui ganjalan ketika mereka mendarat di Mesir sehari lebih telat dari jadwal usai skuat menolak terbang karena perselisihan uang bayaran dan bonus dengan federasi mereka.

Namun, Seedorf menilai bahwa kondisi persiapan timnya saat ini sangat baik meski akan menghadapi tim-tim terbaik di Benua Hitam.

"Saya sangat senang dengan bagaimana tim bekerja saat ini dan yakin kami siap untuk berjuang mempertahankan gelar juara, sembari menyadari bahwa kami akan menghadapi tim-tim terbaik sepanjang turnamen," tuturnya.

Selain Guinea-Bissau, Kamerun juga bergabung dengan Ghana dan Benin di Grup F. Di grup tersebut, hanya Ghana yang punya rekam jejak sebagai juara turnamen, yakni sebanyak empat kali. Sedangkan Guinea-Bissau dan Benin tak pernah bisa lolos dari fase penyisihan grup.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
piala afrika, Timnas Kamerun

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top