Liga Champions : Liverpool Jangan Berpikir Lebih Pantas Juara dari Spurs

Liverpool tidak akan jatuh ke dalam perangkap berpikir mereka 'pantas' meraih gelar juara Liga Champions setelah melalui musim domestik Liga Primer yang luar biasa yang akhirnya sia-sia.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 30 Mei 2019  |  19:02 WIB
Liga Champions : Liverpool Jangan Berpikir Lebih Pantas Juara dari Spurs
Bek kiri Liverpool Andy Robertson - Reuters/Carl Recine

Bisnis.com, JAKARTA – Liverpool tidak akan jatuh ke dalam perangkap berpikir mereka 'pantas' meraih gelar juara Liga Champions Eropa setelah melalui musim domestik Liga Primer Inggris yang luar biasa yang akhirnya sia-sia, demikian pernyataan pemain belakang Andy Robertson.

Bek kiri itu merupakan bagian penting Liverpool dalam ketatnya pervuruan gelar dengan Manchester City di ajang Liga Primer yang berakhir dengan tim Merseyside tersebut harus rela menduduki peringkat kedua saja, berselisih hanya 1 angka di belakang City.

Pemain Timnas Skotlandia tersebut pemikiran bahwa mereka pantas meraih gelar juara dengan di final mengalahkan Tottenham Hotspur yang finis di peringkat keempat di bawah Chelsea adalah pandangan yang menyesatkan dan berpotensi menghalangi sukses juara yang sesungguhnya.

“Keberhasilan itu nanti setelah melewati pertandingan 90 menit di Madrid,” ungkapnya pada Kamis (30/5/2019) mengenai pertandingan final yang digelar di Stadion Wanda Metropolitano, markas runner up La Liga Spanyol Atletico Madrid, yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

“Saya mendengar ada perkataan begitu [Liverpool pantas juara karena hebat di Liga Primer]. Tapi sebenarnya tidak. Banyak orang mengatakan dengan poin 97 kami berhak juara Liga Primer, tetapi nyatanya tidak karena City mengumpulkan nilai 98,” paparnya.

Robertson, yang akan memainkan peran kunci melawan tim Spurs dengan terkadang menempati sayap kanan, mengatakan pendekatan itu harus tepat melawan tim Mauricio Pochettino.

"Kami sudah bermain kejam musim ini, dan kami harus kejam lagi [terhadap lawan]," tambahnya. "Tapi saya sudah menyaksikan Tottenham selama tiga atau empat tahun terakhir di bawah Pochettino dan mereka juga tim yang kejam.”

" Mereka mengalahkan kami musim lalu dan jika mereka melakukan seperti itu maka kita akan berada dalam neraka permainan melawan tim yang fantastis dengan pemain fantastis [di final Liga Champions].”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
liga champions, Liverpool

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Top