Tottenham ke Final Liga Champions, Pochettino Justru Ingatkan Keruntuhan

Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino memperingatkan manajemen klub bahwa keruntuhan akan datang jika tidak segera membuat rencana baru.
Newswire | 11 Mei 2019 21:16 WIB
Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino setelah tim besutannya lolos ke final Liga Champions Eropa 2018 - 2019. - Reuters/Dylan Martinez

Bisnis.com, JAKARTA – Mauricio Pochettino, yang tengah dalam sorotan karena meski melawan logika sepak bola modern, sukses memimpin Tottenham Hotspur ke final Liga Champions Eropa untuk pertama dalam sejarah, memperingatkan manajemen klub bahwa keruntuhan akan datang jika tidak segera membuat rencana baru.

Pelatih berusia 47 tahun itu bahkan memberi isyarat kuat bahwa final bulan depan melawan Liverpool di Madrid, dapat mengakhiri keberadaan yang mengesankan di Spurs di mana ia telah mengantar klub bertengger di empat besar Liga Primer Inggris serta menempatkannya sebagai salah satu pelatih top dunia.

Sampai saat ini, Tottenham belum mendatangkan satu pemain pun di bursa transfer sementara pesaing terdekat seperti Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan Manchester United semuanya telah berinvestasi dalam jumlah besar dalam memperkuat pasukan mereka.

Pochettino, yang baru menjalani 1 tahun dari kontrak 5 tahun, berbicara tentang kebanggaannya bisa menjaga Tottenham terus bergerak maju di saat klub berusaha menyeimbangkan kondisi finansial saat membangun stadion 62.000 tempat duduk yang akhirnya selesai bulan lalu.

Saat Spurs masih dalam eforia luar biasa setelah kemenangan 3 - 2 atas tuan rumah Ajax Amsterdam dan membuat penggemar Spurs bersukacita, Pochettino menegaskan bahwa ia sudah bosan dengan sebutan underdog yang selalu disematkan kepada Tottenham.

Ditanya apakah dia mempertimbangkan untuk meninggalkan Spurs, Pochettino memberikan jawaban yang bisa menimbulkan banyak interpretasi.

"Saya terbuka untuk segalanya. Yang saya tidak buka adalah bila memulai babak baru tanpa rencana atau ide yang jelas," kata Pochettino.

"Jika kita masih percaya menjalan cara yang sama seperti 5 tahun terakhir dan lolos setiap tahun ke Liga Champions, berada di empat besar dan bisa bersaing dengan klub papan atas seperti Liverpool, Manchester City, atau Manchester United, alangkah naifnya pikiran itu."

Ketika Pochettino bergabung dengan Spurs setelah sebelumnya menangani Southampton, target jangka pendeknya adalah berusaha bertengger di empat besar atau bisa memboyong trofi Liga Champions ke stadion mereka yang baru.

Pochettino mengatakan dalam sebuah wawancara di harian Spanyol El Pais pekan ini bahwa dia menolak tawaran dari Real Madrid untuk bergabung pada musim panas lalu karena ia telah menyetujui kesepakatan baru dengan Tottenham.

Pochettino menegaskan dia mencintai pekerjaannya di Tottenham, tetapi penggemar akan berharap bahwa ketika dia duduk dengan ketua klub Daniel Levy setelah final Liga Champions, dia akan mendapatkan tentang apa yang ingin dia dengar yani membeli pemain penting.

"Saya suka berada di sini setiap hari. Upaya kami sangat besar dan tentu saja motivasi saya untuk berada di sini dan bekerja keras, untuk berusaha mencapai semua yang ingin dicapai klub. Masalahnya adalah saya ingin tahu apa yang kita perjuangkan dan alat yang kita miliki [pemain] untuk mencapai apa yang kita rencanakan. Itulah yang paling penting," tambahnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
liga champions, Liga Inggris, tottenham

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup