BOPI : Liga 1 & Liga 2 Harus Lewati Verifikasi Ketat

BOPI mengungkapkan kepada manajemen PT Liga Indonesia Baru bahwa perlu dilakukan verifikasi ketat sebelum mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan kegiatan sebuah olahraga profesional.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 12 April 2019  |  00:13 WIB
BOPI : Liga 1 & Liga 2 Harus Lewati Verifikasi Ketat
Pemain Persija Jakarta berselebrasi seusai keluar sebagai juara Liga 1 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/12/2018). Persija juara setelah menang pada laga terakhir atas Mitra Kukar dengan skor 2-1. - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengungkapkan kepada manajemen PT Liga Indonesia Baru (LIB) bahwa perlu dilakukan verifikasi ketat sebelum mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan kegiatan sebuah olahraga profesional.

Ketua Umum BOPI Richard Sam Bera menyatakan pada prinsipnya BOPI menyambut baik permohonan rekomendasi kompetisi liga.

Hal itu disampaikan Richard saat menerima audiensi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yang dikutip dari laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga pada Kamis (11/4/2019) terkait dengan permohonan pengajuan rekomendasi penyelenggaraan kompetisi sepak bola Liga 1 dan Liga 2, yang digelar mulai bulan depan.

Verifikasi ketat itu, lanjut Richard, sesuai dengan visi BOPI untuk mendukung perkembangan semua industri profesional olahraga yang membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

“Namun, sejalan dengan itu, kita harus melakukan verifikasi ketat sebelum mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan kegiatan sebuah olahraga profesional,” kata mantan perenang nasional itu menegaskan.

Richard juga memaparkan bahwa beberapa hal menjadi perhatian utama BOPI sebelum mengeluarkan rekomendasi bagi LIB antara lain evaluasi pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 musim 2018, pelaksanaan Piala Presiden, dan hal-hal terkait dengan ketaatan regulasi serta unsur-unsur profesionalisme klub peserta liga.

“Misalnya, bagaimana status profesionalisme klub terkait badan hukum, kondisi keuangan, kontrak pemain, tunggakan gaji sebelumnya, persyaratan bagi pemain asing, pajak, peningkatan kapasitas wasit, infrastruktur,” kata Richard.

Dalam 2 pekan setelah pengajuan rekomendasi diajukan, BOPI akan melakukan verifikasi kepada beberapa klub mengenai pemenuhan unsur profesionalisme peserta liga sepak bola profesional. “Tapi sebelumnya kami juga minta surat resmi bahwa PT LIB merupakan operator liga musim ini [dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia]. Kami belum pegang surat mandat itu,” tambahnya.

Untuk itu, Richard meminta komitmen operator kompetisi terhadap jaminan keselamatan dan keamanan semua pihak. Pada musim kompetisi ke depan, dia menekankan jangan ada lagi suporter terlibat kekerasan, apalagi sampai timbul korban jiwa.

“Kalau sampai ada korban jiwa, kami tak ada opsi lain kecuali menghentikan kompetisi dengan cara mencabut rekomendasi. Juga terkait penegakan hukum yang selama ini tidak konsisten, harap lebih diperhatikan. Padahal hal ini sebenarnya merupakan kunci dari integritas kompetisi itu sendiri,” jelasnya.

Richard juga mengingatkan agar setiap klub dipastikan memiliki kemampuan keuangan yang kuat. “Harus dipastikan mereka semua bisa bertahan sampai kompetisi berakhir pada 22 Desember nanti,” ujarnya.

Dia berharap Liga 1 dan Liga 2 musim 2019 menjadi liga terbaik sepanjang sejarah yang selain berujung pada peningkatan prestasi, juga menyajikan entertainment kelas tinggi, menghibur, aman, nyaman, memberikan inspirasi dan enak ditonton sebagai hiburan keluarga.

Kedatangan PT LIB dipimpin Direktur Utama Dirk Soplanit, Manajer Kompetisi Asep Saputra, Manajer Pengembangan Strategis Kharisma Putra Kartono, dan Manajer Media Komunikasi Publik Hanif Marjuni.

Dalam pertemuan ini, Dirk optimistis dapat memenuhi persyaratan yang digariskan BOPI sehingga rekomendasi penyelenggaraan kompetisi dapat keluar sebagai syarat mutlak diputarnya Liga 1 dan Liga 2.

“Soal izin pemain asing, kondisi stadion, badan hukum klub, dan pemenuhan gaji pemain, kami akan berusaha penuhi. Tinggal penuhi yang kurang-kurang saja,” kata Dirk.

Sementara itu, Asep Saputra menjelaskan kick-off Liga 1 akan memainkan 300 pertandingan yang direncanakan bergulir pada 8 Mei dan berakhir pada 22 Desember 2019.

Adapun, Liga 2 dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni – 7 Desember 2019. Juga akan diputar Elite Pro Academy U-21.

“Jadwal ini sudah memperhitungkan jadwal tim nasional untuk FIFA Match Day dan Sea Games Filipina, serta keikutsertaan Persija Jakarta dan PSM Makassar di AFC Cup,” kata Asep.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Liga 1, Liga 2

Sumber : Kemenpora.go.id

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top