Gundogan : Manchester City Harus Juara Liga Champions

Klub Liga Premier Inggris, Manchester City bertekad menjuarai Liga Champion agar bisa diperhitungkan dalam jajaran klub elite Eropa.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  16:35 WIB
Gundogan : Manchester City Harus Juara Liga Champions
Gelandang Manchester City Ilkay Gundogan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Klub Liga Premier Inggris, Manchester City bertekad menjuarai Liga Champions agar bisa diperhitungkan dalam jajaran klub elite Eropa.

Pemain gelandang bertahan City, Ilkay Gundogan menegaskan klub yang dibelanya sudah tiga kali menjuarai Liga Premier Inggris sejak dibeli oleh Abu Dhabi United Group pada 2008. Tetapi dalam perebutan piala ‘si kuping besar’ hanya bisa mentok sampai babak semifinal.

“Jika ingin berada di [klub] elite internasional, [Manchester City] harus merebut piala ini,” katanya kepada UEFA.com yang dilansir oleh Reuters, Selasa (19/2/2019).

Manchester City akan melawat ke markas Schalke 04 di stadion Veltins Arena, kota Gelsenkirchen Jerman untuk melakoni pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada Kamis (21/2/2019) pukul 03.00 WIB.

Gundogan berpendapat bahwa ketika sudah menjuarai Piala Champion, Manchester City termasuk dalam jajaran klub elite seperti Real Madrid, Barcelona atau Juventus.

City tiga kali tersingkir di babak 16 besar dalam lima musim terakhir. Sementara satu-satunya penampilan semifinal terjadi pada 2016 ketika mereka disingkirkan oleh Real Madrid dengan agregat 1-0.

“Kami telah mengalami banyak pengalaman di Liga Champion beberapa tahun terakhir. Tentu saja tidak semuanya positif. Kita harus juara, setidaknya satu kali,” imbuh Gundogan.

Level terendah yang dialami City terjadi musim lalu ketika disingkirkan oleh Liverpool pada babak perempat final.

"Itu menjadi alasan yang memotivasi kami agar bisa melangkah lebih jauh dalam kompetisi ini, dan saya pikir kami memiliki kualitas yang dibutuhkan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Manchester City

Sumber : Reuters

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top