Dibayangi Hukuman Penjara 9 Tahun, Robinho Gabung ke Klub Turki

Istanbul Basaksehir mengontrak mantan bintang Brasil Robinho sebagai langkah memperkuat mereka dalam perburuan gelar juara Super Lig Turki untuk pertama kali.
M. Syahran W. Lubis | 28 Desember 2018 16:40 WIB
Robinho saat membela AC Milan. - Reuters/Stefano Rellandini

Bisnis.com, JAKARTA – Istanbul Basaksehir mengontrak mantan bintang Brasil Robinho sebagai langkah memperkuat mereka dalam perburuan gelar juara Super Lig Turki untuk pertama kali.

Pemain depan bernama lengkap Robson de Souza berusia 34 tahun itu mencetak delapan gol untuk klub Turki lainnya, Sivasspor, sepanjang putaran pertama Super Lig musim 2018 - 2019 ini dengan hanya dua pemain lain yang lebih banyak menjaringkan gol.

Kini eks-pemain AC Milan dan Real Madrid itu bergabung dengan mantan rekan setimnya di Manchester City pada musim 2008-2009 Emmanuel Adebayor yang bergabung di Basaksehir sejak 2017.

Basaksehir saat ini menempati posisi teratas dalam klasemen sementara Super Lig Turki 2018 - 2019 dengan nilai 35 hingga akhir putaran pertama, berselisih 6 angka dari peringkat kedua Trabzonspor.

Robinho bergabung dengan Sivasspor dari klub Brasil Atletico Mineiro pada Januari 2018 meski dia dijatuhi hukuman 9 tahun penjara hanya 2 bulan sebelumnya atas dugaan insiden seksual di Italia yang dilakukan bersama lima pria lain terhadap seorang wanita berusia 22 tahun pada Januari 2013.

Pemain dengan 100 caps dan 28 gol untuk Brasil itu kemudian mengajukan pembelaan tidak bersalah dan menyangkal tuduhan tersebut, yang membuat kasus ini kemungkinan akan menjadi subjek proses hukum yang panjang di Italia.

Super Lig Turki saat ini masih menjalani rehat tahun baru dan akan digulirkan kembali pada 20 Januari mendatang dengan Basaksehir menjalani super big match di kandang peringkat kedua Trabzonspor, yang tentu akan me njadi debut yang sulit bagi Robinho.

Istanbul Basaksehir belum pernah tampil sebagai juara Super Lig, kompetisi level teratas dalam sistem sepak bola Turki. Prestasi terbaiknya menjadi runner up pada 2016 – 2017 di bawah Besikitas.

Sumber : Soccerway

Tag : ac milan, timnas brasil
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top