PSSI Ingin Kontrak Pelatih dengan Jangka Panjang, Bima Siap Mundur

Anggota Komite Eksekutif PSSI Gusti Randa menambahkan penentuan pelatih ke depannya tidak lagi berdasarkan kepada turnamen atau masa jabatan yang pendek. Menurut dia, pelatih yang menangani Timnas mesti dikontrak dalam jangka panjang. “Jangan tiga bulan atau satu turnamen,” ucap dia.
Newswire | 26 November 2018 17:38 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti (tengah)PSSI

Bisnis.com, JAKARTA - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) langsung menggelar evaluasi terhadap tim nasional Indonesia usai melewati pertandingan terakhir melawan Filipina pada Piala AFF 2018. Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengatakan masa evaluasi akan berjalan hingga 7 Desember 2018. “Sampai tanggal 7 (Desember) kami akan jawab (hasil evaluasi Timnas),” kata dia di Jakarta, Minggu (25/11/2018).

Mengenai pergantian pelatih, Joko menyatakan, proses penentuannya berjalan seiring dengan evaluasi tim nasional (Timnas). Menurut dia, kepastian pelatih akan diputuskan secepatnya pada 20 Desember 2018. “Paling cepat 20 Desember. Pada 20 Januari 2019 paling tidak sudah menunjuk pelatih semua level,” kata pria yang akrab disapa Jokdri.

Jokdri menjelaskan basis pemilihan pelatih akan disesuaikan dengan agenda sepak bola sepanjang 2019. Tahun depan, Indonesia dijadwalkan menghadapi turnamen Piala AFF U-22, Kualifikasi Piala Asia U-23, dan Sea Games.

Komite Eksekutif PSSI menggelar rapat pada Minggu kemarin. Salah satu agenda yang dibahas ialah mengenai evaluasi Timnas Indonesia. Selain itu, Komite Eksekutif juga menetapkan pelaksanaan kongres tahunan pada 20 Januari 2019.

Anggota Komite Eksekutif PSSI Gusti Randa menambahkan penentuan pelatih ke depannya tidak lagi berdasarkan kepada turnamen atau masa jabatan yang pendek. Menurut dia, pelatih yang menangani Timnas mesti dikontrak dalam jangka panjang. “Jangan tiga bulan atau satu turnamen,” ucap dia.

Keinginan PSSI mengontrak pelatih Timnas untuk waktu yang lama senada dengan harapan pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri. Usai membawa Timnas U-19 lolos ke babak perempat final Piala Asia, Indra mengatakan idealnya sosok pelatih Timnas memegang jabatan yang panjang. Di sisi lain, kompetisi di tingkat usia harus bergulir agar para pemain bisa menjaga penampilannya.

“Saya pikir training center jangka panjang sudah tidak perlu. Perlu penunjukkan pelatih jangka panjang,” ucap Indra.

Menanggapi rencana evaluasi yang dilakukan PSSI, Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti menyatakan tidak menjadi masalah bila harus mundur. Ia menyebut siap mempertanggungjawabkan hasil kinerjanya di Piala AFF 2018. “Kontra saya dengan Timnas itu hanya sampai Piala AFF,” kata Bima.

Sumber : Tempo

Tag : timnas indonesia
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top