Dijuluki Steven Gerrard dari Jerman, Begini Kemampuan Kai Havertz

Gelandang serang Kai Havertz mendapat pujian dari Pelatih Jerman, Joachim Low, setelah tampil apik pada laga persahabatan melawan Rusia Jumat dini hari tadi. Havertz ternyata hampir bergabung dengan Liverpool dan mendapatkan julukan Steven Gerard dari Jerman.
Newswire | 16 November 2018 15:07 WIB
Pemain Timnas Jerman, Kai Havertz - myKhel

Bisnis.com, JAKARTA - Gelandang serang Kai Havertz mendapat pujian dari Pelatih Jerman, Joachim Low, setelah tampil apik pada laga persahabatan melawan Rusia Jumat dini hari tadi. Havertz ternyata hampir bergabung dengan Liverpool dan mendapatkan julukan Steven Gerard dari Jerman.

Havertz mendapatkan kesempatan pertamanya bermain untuk tim senior Jerman sejak awal pada laga dini hari tadi. Joachim Low memang sengaja memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain muda dan mengistirahatkan para pemain senior seperti Mesut Ozil dan Thomas Mueler.

Laga itu sebenarnya bukan pertama kalinya pesepakbola berusia 19 tahun itu bermain untuk skuad Panser. Dia pernah bermain pada laga uji coba melawan Peru September lalu. Namun pada saat itu dia masuk sebagai pemain pengganti dan hanya bermain selama dua menit.

Karir Havertz bermula ketika dia bergabung dengan klub di kota kelahirannya Aachen, Alemannia Aachen, pada usia 10 tahun. Hanya butuh satu tahun bagi Havertz untuk menarik minat klub besar Jerman, Bayer Leverkusen.

Pada tahun 2014, saat usianya menginjak 15 tahun, Havertz langsung dipromosikan ke tim U-17 Leverkusen. Dua tahun berselang, dia pun mendapatkan kontrak pertamanya bersama tim senior Leverkusen.

Laga pertamanya sebagai pemain Leverkusen terjadi pada 15 Oktober 2016. Saat itu, dia masuk menggantikan Charles Aranguiz pada babak kedua. Havertz pun mencatatkan diri sebagai pemain paling muda yang pernah membela Leverkusen di ajang Bundesliga.

Mantan penyerang Timnas Jerman dan Direktur Olahraga Bayern Munchen, Rudi Voller, sangat yakin investasi mereka terhadap Havertz akan membuahkan hasil saat itu. Dia menilai Havertz merupakan pesepakbola berbakat besar yang akan menjadi bintang lapangan hijau suatu saat nanti.

"Dia memiliki potensi yang sangat besar yang akan membuat dia semakin maju beberapa tahun ke depan," ujarnya.

Kapten Leverkusen saat itu, Lars Bender, pun memuji juniornya tersebut. Menurut dia, diusia 17 tahun Havertz telah menunjukan kemampuan yang komplit sebagai seorang gelandang serang.

"Saya tak pernah melihat pemain dengan kemampuan begitu komplit di usia 17 tahun seperti dia," kata Bender.

Pada musim pertamanya sebagai pemain senior Leverkusen, Havertz langsung mendapatkan kepercayaan bermain di banyak laga. Dia mencatatkan 24 kali bermain di Bundesliga dengan torehan 4 gol dan 6 assist.

Musim lalu, dia bermain di seluruh laga Leverkusen di Liga Jerman. Kemampuan memberikan umpan matangnya pun semakin terasah dengan mencetak 9 assist dan 3 gol. Sedangkan musim ini dia sudah mencetak 6 gol dan 5 assist dalam 16 laga yang sudah dilalui Leverkusen di semua kompetisi.

Membaca permainan, menciptakan peluang hingga memberikan umpan matang memang menjadi kemampuan yang dimiliki oleh Havertz. Ditambah kuat dalam bertarung menjadikan Havertz sempat disamakan dengan salah satu legenda Leverkusen, Michael Ballack.

Hebatnya, Havertz mampu bermain di semua posisi di lini tengah. Peran sebagai gelandang serang hingga gelandang bertahan pernah dia lakoni bersama Bayern Munchen.

Di timnas Jerman, kemampuan Havertz disamakan dengan gelandang Mesut Ozil yang kini bermain untuk Arsenal. Dengan performa Ozil yang kian menurun pasca Piala Dunia 2014, media-media Jerman pun sempat mendesak Low untuk memberikan kesempatan kepada Havertz mengenakan kostum tim panser.

Gegap gempita performa Havertz itu rupanya sampai ke telinga Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu kabarnya sempat mengirim pemandu bakat Liverpool untuk melihat langsung penampilan Havertz di lapangan.

Laporan yang masuk ke telinga Klopp menyebutkan Havertz memiliki kemampuan untuk menjadi Steven Gerard baru bagi mereka. Klopp pun sempat mengundang si pemain untuk mengunjungi kompleks latihan mereka di Meelwood pada 2017 lalu.

Namun, transfer Havertz terganjal karena Leverkusen tak mau buru-buru melepas pemain masa depannya itu. Leverkusen telah mengikat Havertz hingga Juni 2022. Apalagi harga si pemain saat itu juga masih terlalu rendah.

Kini, Havertz pun mencuri perhatian dari Bayern Munchen dan Inter Milan. Dengan performanya yang semakin moncer, harga Havertz pun melambung tinggi. Liverpool, Bayern Munchen dan Inter Milan diprediksi harus merogoh kocek minimal 55 juta euro jika ingin mendapatkan jasa pesepakbola masa depan Timnas Jerman tersebut.

Sumber : Tempo

Tag : timnas jerman
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top