Soal Judi Sepak Bola, FA Diminta Lebih Toleran

Mantan pesepak bola Joey Barton mendesak asosiasi sepak bola Inggris, FA, untuk mengubah pendekatan keras yang selama ini mereka terapkan terkait dengan perjudian.
Newswire | 15 November 2018 14:46 WIB
Daniel Sturridge - Liverpoolfc.com

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan pesepak bola Joey Barton mendesak asosiasi sepak bola Inggris, FA (Football Association), untuk mengubah pendekatan keras yang selama ini mereka terapkan terkait dengan perjudian, menyusul tuntutan yang dikenakan terhadap penyerang Liverpool Daniel Sturridge dengan tuduhan melanggar regulasi keterlibatan perjudian.

Sturrdige diancam sanksi serta larangan bermain atas indikasi pelanggarannya yang ditengarai terjadi pada Januari 2018 dan penyerang tim nasional Inggris itu memiliki waktu hingga Selasa (20/11) untuk memberikan jawaban.

Barton, yang juga pernah menjalani sanksi larangan tampil 13 bulan atas pelanggaran aturan keterlibatan perjudian saat ia membela Burnley, percaya bahwa perjudian sudah tertanam dalam budaya sepak bola Inggris dan menghukum pemain hanyalah menangani "puncak gunung es" semata.

"Mereka harus mengubah pendekatan. Ada banyak orang memiliki ketertarikan untuk mempromosikan dan mengiklankan perjudian, saya pikir tidak ada masalah dengan itu," kata Barton yang kini menjadi pelatih kepala tim kasta ketiga Fleetwood Town kepada Sky Sports, sebagaimana dilansir Reuters.

"Saya pikir justru menjadi masalah ketika kita melarang sesuatu yang sudah menjadi bagian integral dari permainan kita lantas kemudian mulai menghukum pemain atas hal itu," ujarnya menambahkan.

Aturan FA melarang pemain maupun staf kepelatihan tim untuk bertaruh dalam aktivitas sepak bola apapun, maupun memberikan informasi terbatas kepada siapapun yang bakal digunakan untuk bertaruh.

Menurut Barton, FA seharusnya bisa lebih toleran dalam menerapkan aturan tersebut. "Bukan berarti kita harus mulai mengizinkan pemain bertaruh, sebab itu tentu akan mencederai integritas olahraga ini, namun saya pikir harus ada pendekatan yang lebih bernafaskan abad 21," ucapnya.

"Saya pikir aturannya memang terlalu keras, agak garis keras. Pendekatan nirtoleransi itu pastinya akan selalu memakan korban," tambahnya.

Sumber : Antara/Reuters

Tag : liga inggris, judi
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top