Operator Liga Evaluasi Marketing & Media dengan AFC

PT Liga Indonesia Baru, operator Liga 1 dan Liga 2, memanfaatkan jeda kompetisi lantaran pelaksanaan Asian Games 2018 untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dilaksanakan.
M. Syahran W. Lubis | 29 Agustus 2018 11:38 WIB
Markas AFC di Kuala Lumpur, Malaysia. - Soccerway

Bisnis.com, JAKARTA – PT Liga Indonesia Baru, operator Liga 1 dan Liga 2, memanfaatkan jeda kompetisi lantaran pelaksanaan Asian Games 2018 untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dilaksanakan.

Evaluasi itu tidak hanya terkait perhelatan kompetisi Liga 1 dan Liga 2, tetapi juga hal lain seperti marketing, hak siar kompetisi, hingga sosial media.

Khusus untuk evaluasi dan perencanaan tentang marketing dan media, PT LIB telah berkonsultasi secara langsung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Selasa (28/8/2018).

Konsultasi itu dilakukan di kantor organisasi sepak bola terbesar di Asia tersebut yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dari pihak PT LIB, dihadiri oleh CEO Risha Adi Widjaya, Asep Saputra (competition manager) dan Hanif Marjuni (media and public relation manager). Sementara dalam pertemuan itu, AFC menyertakan Chetan Kulkarni, head of media operation; Kumarason Chandran (head of commercial operations); Vojesh Rai (head of content communication); dan Hafiz Idris (digital manager communications).

“Konsultasi ini memang sudah kami rencanakan sejak pekan lalu dan kami mendapatkan konfirmasi langsung dari AFC. Secara umum kami berharap apa yang didiskusikan bisa untuk perbaikan pada periode berikutnya,” jelas Risha Adi Widjaya sebagaimana dikutip Bisnis.com dari website resmi PT LIB pada Rabu (29/8/2018).

Pengelolaan digital media menjadi salah satu yang mendapatkan perhatian serius dalam pertemuan tersebut. Pihak AFC menilai Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk pengembangan digital media di level operator kompetisi maupun klub.

“Prinsipnya kami selalu terbuka untuk berdiskusi secara langsung dengan semua anggota AFC. Begitu juga dengan potensi yang dimiliki sepak bola Indonesia. Semua dilakukan agar kompetisi di negara-negara angggota AFC bisa berjalan maksimal termasuk dari sisi media dan marketing,” ucap Chetan.

Sumber : Liga-Indonesia.id

Tag : Liga 1
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top