Bos Jerman Loew Mengaku Salah, Kini Leroy Aziz Sane Masuk Skuat

Pelatih Timnas Jerman Joachim Loew mengakui membuat beberapa kesalahan yang berkontribusi pada kegagalan mereka di Piala Dunia.
Newswire | 29 Agustus 2018 21:42 WIB
Gelandang serang Timnas Jerman Leroy Aziz Sane - Reuters/Carl Recine

Bisnis.com, MUNCHEN Pelatih  Timnas Jerman Joachim Loew mengakui membuat beberapa kesalahan yang berkontribusi pada kegagalan mereka di Piala Dunia, tetapi memilih untuk hanya melakukan sedikit perubahan di skuat untuk pertandingan-pertandingan internasional bulan depan.

Dia mengemukakan bahwa keseimbangan dan kehadiran para pemain muda merupakan hal yang penting.

Loew mengatakan pada Rabu bahwa Jerman, yang tersingkir paling awal dari Piala Dunia dalam 80 tahun terakhir setelah terdepak di fase grup, semestinya tidak memainkan pertandingan dengan gaya penguasaan bola pada turnamen gugur itu ketika tim-tim dengan serangan balik mampu meraih kesuksesan.

Dia juga mengatakan dirinya gagal menerapkan rasa terdesak dan hasrat tinggi di antara para pemainnya, yang kalah dua kali dari tiga pertandingan fase grup.

Di antara para pemain yang dipanggil untuk pertandingan The Nations League—liga antarnegara di di Eropa yang baru diterapkan tahun ini—m elawan Prancis pada 6 September dan pertandingan persahabatan melawan Peru 3 hari kemudian, adalah Leroy Aziz Sane, Nils Petersen, dan Jonathan Tah, serta pendatang baru Kai Havertz, yang masih berusia 19 tahun, dan Thilo Kehrer, 21 tahun, serta pemain 25 tahun Nico Schulz.

Dia juga memasukkan Ilkay Gundogan, yang banyak mendapat kritik karena berfoto bersama Presiden Turki Tayyip Erdogan sebelum Piala Dunia, pada kisruh yang juga menyeret rekannya di timnas Mesut Ozil. Hal itu menimbulkan kemarahan besar dan memicu Ozil untuk pensiun dari timnas setelah Piala Dunia.

Loew mengatakan Gundogan menderita karena masalah yang membayang-bayangi penampilan mereka di Piala Dunia. Ia juga mengatakan bahwa pengalaman diperlukan di skuatnya.

"Pengalaman merupakan dasar yang sangat penting bahkan untuk awal yang baru," kata Loew. "Dan kemudaan, pemain-pemain dinamis yang lapar dapat membantu kami pada tugas-tugas penting di depan kami."

Pemain sayap Sane, yang terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik di Liga Inggris musim lalu setelah membantu City memenangi gelar, Petersen, dan Tah dicoret dari skuat final yang pergi ke Piala Dunia Rusia pada Juni.

Loew mencoret gelandang Sami Khedira, pemenang Piala Dunia 2014, dan Sebastian Rudy untuk pertandingan-pertandingan bulan depan, namun tetap mempercayakan sejumlah pemain yang tampil kurang bagus di Rusia, di mana 17 dari 23 pemain masuk bagian di skuatnya.

"Penguasaan bola di liga merupakan hal penting namun di ajang-ajang gugur diperlukan adaptasi. Itu merupakan kesalahan terbesar saya," kata Loew kepada para pewarta.

"Itulah yang saya yakini dengan permainan penguasaan bola dominan ini, bahwa kami akan melaju dari fase grup."

"Itulah sikap yang hampir arogan dari saya. Saya ingin menyempurnakannya, bahkan lebih menerapkan dominasi ini. Namun setiap pertandingan adalah pertandingan (bersistem) gugur. Saya semestinya menyadari bahwa apa yang kami perlukan adalah lebih sedikit mengambil risiko. Justru saya meminta lebih banyak risiko."

Loew, yang pada Rabu menggeser salah satu asistennya, Thomas Schneider, ke departemen pemantauan bakat DFB (Federasi Sepak Bola Jerman), juga berkata bahwa ia gagal untuk membuat para pemainnya gembira menjelang turnamen.

"Setelah kemenangan pada 2014 dan berada di puncak, kali ini kami gagal... untuk menyalakan api-api besar sehingga semua orang merasakan antusiasme ini," kata Loew.

"Kami sekarang harus menemukan kombinasi yang tepat, stabilitas lebih, dan merestorasi keseimbangan antara serangan dan pertahanan."

Sumber : Antara/Reuters

Tag : timnas jerman
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top