Ingin Jadi Munchen-nya Belanda, Ajax Ubah Arah Kebijakan Transfer

Ajax Amsterdam menghabiskan banyak uang untuk membeli pemain saat ini, menjungkirbalikkan kebijakan transfer mereka dalam satu dekade ini dan membuat pernyataan tegas mengenai hasrat mereka menjelang tahapan awal Liga Champions Eropa.
Newswire | 23 Juli 2018 06:06 WIB
Ajax Amsterdam - Twitter AFCAjax

Bisnis.com, AMSTERDAM – Ajax Amsterdam menghabiskan banyak uang untuk membeli pemain saat ini, menjungkirbalikkan kebijakan transfer mereka dalam satu dekade ini dan membuat pernyataan tegas mengenai hasrat mereka menjelang tahapan awal Liga Champions Eropa.

Sejauh ini Ajax sudah menghabiskan 41 juta euro, termasuk 16 juta untuk Daley Blind, 28 tahun, dari Manchester United dan 11,4 juta euro untuk pemain Serbia Dusan Tadic, 29 tahun, dari Southampton.

Total belanja mereka 10 juta euro pada jendela transfer musim panas kali ini lebih banyak dibandingkan dengan rekor belanja mereka pada 2008 dan mengisyaratkan tujuan baru bagi sebuah klub yang selama ini lebih dikenal dengan memproduksi talenta sendiri lalu menjualnya.

Klub yang memenangi tiga kali beruntun Piala Eropa pada awal 1970-an dan Liga Champions pada 1995 itu berbicara mengenai mengembalikan kejayaan mereka di masa lalu. "Kami perlu menjadi Bayern Munchen di liga kami [Eredivisie]," kata Marc Overmars, direktur teknik klub.

Klub raksasa Jerman Munchen mendominasi Bundesliga baik dari segi olahraga maupun keuangan dan seperti Ajax memiliki warisan di kompetisi klub Eropa. Namun, Ajax sudah tidak berada pada golongan yang sama dengan Munchen.

Klub paling sukses di Belanda tersebut akan menjamu klub Sturm Graz dari Austria pada Kamis (26/7/2018) dini hari WIB dalam pertandingan leg pertama putaran penyisihan kedua Liga Champions.

Harus bermain di tahap-tahap awal kompetisi tersebut sangat jauh dari hari-hari tentram mereka. Tahun lalu mereka tersingkir di rintangan pertamanya oleh klub Prancis Nice.

Tapi Ajax, yang terakhir kali menjuarai Liga Belanda pada 2014, bertekad mengubah peruntungan mereka, dengan membeli Blind dan Tadicm, yang dirancang untuk memberikan kepemimpinan bagi pemain lainnya.

"Saya sudah melakukan analisis bahwa tim muda ini membutuhkan kekuatan pendorong di lapangan. Dengan pemain-pemain yang memiliki pengalaman Premier League, proses itu mendapat dorongan yang sangat besar," kata pelatih Erik ten Hag.

Kebijakan untuk mempromosikan pemain-pemain muda dari akademi mereka sendiri tetap menjadi pokok bagi klub itu, tambah pelatih, tapi,"Tadic dan Blind dapat memberikan lebih banyak stimulus dan mereka dapat mengangkat para pemain muda ini ke tingkat yang lebih tinggi."

"Para pemain muda kami sendiri masih tetap paling penting dan pemain produksi sendiri itu harus diberi kesempatan," kata Overmars, yang bermain di tim yang menjuarai Liga Champions 23 tahun lalu.

Ajax sudah menjuaral talenta-talenta muda mereka selama bertahun-tahun, yang efektif sebelum kesempatan menjadi kompetitif di Eropa.

Namun kini mereka berusaha untuk mempertahankan para pemain muda seperti Frenkie de Jong, Matthijs de Ligt, dan Donny van de Beek, yang banyak dicari klub-klub lain.

Ajax sudah menjual pemain 19 tahun Justin Kluivert ke AS Roma senilai 17,5 juta euro, tapi dia satu-satunya kepergian yang signifikan di luar musim.

Sumber : Antara/Reuters

Tag : ajax
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top