Denmark Kandas, Kasper Schmeichel Tetap Bangga

Kasper Schmeichel hampir tidak bisa lagi berbuat banyak untuk timnya dalam pertandingan Piala Dunia melawan Kroasia pada Senin dini hari WIB (2/7/2018), meski kiper Denmark itu berakhir dengan posisi yang tidak biasa, menjadi pemain terbaik pertandingan namun kalah.
Newswire | 02 Juli 2018 17:51 WIB
Kiper Denmark Kasper Schmeichel - Reuters/Max Rossi

Bisnis.com, NIZHNY NOVGOROD, Rusia – Kasper Schmeichel hampir tidak bisa lagi berbuat banyak untuk timnya dalam pertandingan Piala Dunia melawan Kroasia pada Senin dini hari WIB (2/7/2018), meski kiper Denmark itu berakhir dengan posisi yang tidak biasa, menjadi pemain terbaik pertandingan namun kalah.

Disaksikan melalui tribun oleh ayahnya, Peter Schmeichel, yang juga mantan kiper Timnas Denmark, Schmeichel muda menyelamatkan sepakan penalti Luca Modric pada akhir waktu tambahan dan dua tendangan lainnya dalam adu penalti saat Kroasia memastikan tiket melaju ke babak perempat final Piala Dunia.

"Ini perasaan yang aneh, kekecewaan besar, tetapi juga kebanggaan luar biasa tentang tim kami. Saya berbicara tidak hanya tentang 11 pemain di lapangan, tetapi semua orang yang terlibat dengan tim, mereka yang bekerja untuk tim," kata kiper berusia 31 tahun itu saat konferensi pers.

Setelah pertandingan berakhir dengan jalan buntu di skor 1-1 setelah 120 menit, di mana sebagian besar karena adanya penyelamatan Schmeichel dari tembakan Modric, Christian Eriksen, Lasse Schone, dan Nicolai Jorgensen yang semuanya luput saat Denmark akhirnya takluk 3-2 dalam adu penalti.

Namun demikian, penjaga gawang itu tidak akan mencari kambing hitam kekalahan timnya. "Tidak, siapa pun yang cukup berani untuk berdiri dan mengambil penalti adalah pahlawan."

"Siapa pun yang memiliki keberanian untuk mengambil penalti mendapat rasa hormat saya. Ini adalah tim yang fantastis. Kami akan kembali. Penting bagi kami untuk mengingat perasaan ini sekarang dan bahwa kami akan menggunakannya di masa depan."

Pelatih Denmark Age Hareide juga memuji upaya kipernya itu. "Kasper melakukan semua yang dia bisa untuk memastikan kami memenangkan pertandingan, baik dalam perpanjangan waktu dan adu penalti," katanya.

"Ketika Anda menghadapi adu penalti, biasanya itu adalah tiga pemain terbaik saat kami mengambil keputusan penalti, tetapi mereka gagal hari ini."

Pelatih berusia 64 tahun itu mengatakan para pemainnya telah berlatih tendangan penalti setelah merujuk pada penelitian di negara asalnya yang mengibaratkan tekanan penalti seolah berada di zona perang.

"Saya benar-benar minta maaf kepada Kasper dan seluruh tim. Tapi itu satu hanya cara untuk adu penalti. "Itu juga kebrutalan sepak bola. Berada di sisi lain jauh lebih bahagia, saya bisa menjamin," kata sang pelatih.

Ini mungkin bukan akhir yang diinginkannya untuk musim pertamanya sebagai pelatih Denmark, tetapi Hareide mengatakan dia sudah menantikan untuk membangun apa yang telah dicapai timnya di Rusia.

"Final ini memberikan banyak hal untuk grup. Kami sudah bersama sejak 17 Mei. Orang-orang saling mengenal di lapangan. Hubungan dan taktik menjadi lebih baik. Kita bisa belajar banyak dari sini. Anak-anak mengatakan itu ketika kita kembali ke ruang ganti," tuturnya.

Sumber : Antara/Reuters

Tag : piala dunia 2018
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top