Pertahanan Uruguay Lebih Menarik Perhatian Daripada Duet Suarez-Cavani

Dengan lini serang yang dihuni oleh Luis Suarez dan Edinson Cavani, Uruguay diharapkan untuk tampil mengesankan di Piala Dunia, tetapi setelah mencatatkan tiga clean sheet beruntun di fase grup, justru penampilan lini pertahanan mereka yang paling menonjol di Rusia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Juni 2018  |  18:59 WIB
Pertahanan Uruguay Lebih Menarik Perhatian Daripada Duet Suarez-Cavani
Diego Godin, kapten sekaligus pilar tangguh lini belakang Timnas Uruguay. - Reuters/David Mercado

Bisnis.com, SAMARA, RUSIA – Dengan lini serang yang dihuni oleh Luis Suarez dan Edinson Cavani, Uruguay diharapkan untuk tampil mengesankan di Piala Dunia, tetapi setelah mencatatkan tiga clean sheet beruntun di fase grup, justru penampilan lini pertahanan mereka yang paling menonjol di Rusia.

Negara Amerika Selatan itu menghadirkan salah satu kemitraan lini depan paling menyeramkan di turnamen 4 tahunan ini, di mana Suarez asal Barcelona dan Cavani dari Paris Saimt-Germain (PSG) merupakan dua penyerang paling potensial.

Cavani, merupakan pencetak gol terbanyak pada kualifikasi Piala Dunia untuk zona Amerika Selatan dengan koleksi 10 gol, mengemas 40 gol di semua kompetisi untuk PSG musim lalu, sedangkan Suarez mencetak 31 gol untuk Barca.

Pasangan ini diprediksi bersinar di Piala Dunia, tetapi keduanya kemudian justru berada di bawah bayang-bayang permainan mengesankan Uruguay di lini belakang.

Keduanya masuk dalam daftar pencetak gol ketika mereka mengalahkan Rusia untuk menyelesaikan fase grup dengan tiga kemenangan sempurna, tetapi justru pendekatan pragmatis Uruguay terlihat lebih menjadi fokus untuk meredam lawan-lawan ketimbang merobek-robek mereka.

Setelah mengamankan tiket ke 16 besar dengan kemenangan 1-0 atas Mesir dan Arab Saudi, Uruguay memastikan posisi puncak di peringkat teratas di Grup A dengan menundukkan Rusia, yang telah mencetak delapan gol dari dua pertandingan untuk tidak banyak mampu menciptakan banyak peluang.

Setelah memimpin 2-0 pada 23 menit pertama dan membuat lawannya harus bermain dengan 10 pemain sebelum turun minum, Uruguay mengendurkan tekanan, secara efektif menyudahi permainan ketimbang mencari selisih gol yang lebih banyak.

Hasilnya, yang didapat dalam suhu panas dan tanpa pemimpin di pertahanan Jose Maria Gimenez yang cedera, adalah clean sheet keenam secara beruntun untuk Uruguay dan menggarisbawahi perhatian pelatih Oscar Washington Tabarez pada pertahanan ketimbang mengeksplorasi kekayaan potensi serangannya.

"Cawan suci sepak bola adalah kata keseimbangan. Ketika kami menyerang, kami perlu untuk mampu menyerang, namun ini tidak abstrak -- itu karena penguasaan bola telah dipulihkan atau dari pekerjaan yang bagus di pertahanan. Kami mengerjakan keseimbangan sepanjang waktu," tutur Tabarez.

Tantangan selanjutnya untuk pasukan Tabarez adalah pertandingan putaran 16 besar mealwan runner up Grup B Portugal di Sochi pada akhir pekan ini, di mana mereka akan menghadapi Cristiano Ronaldo yang sedang membara serta mengincar Sepatu Emas.

Bagaimanapun, penyerang Real Madrid itu mungkin mengetahui bahwa Uruguay merupakan lawan yang lebih sulit untuk ditaklukkan dibanding tantangan yang telah dilewatinya sejauh ini di turnamen akbar.

"Apa yang harus kami lakukan adalah menyesuaikan gaya kami terhadap lawan kami," tambah Tabarez. "Itulah bagaimana Anda menang. Itulah apa yang Anda lakukan di Piala Dunia."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
piala dunia 2018, timnas uruguay

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top