Wahai Komentator, 2 Kali Menang Tak Otomotis ke 16 Besar!

Penikmat sepak bola Indonesia sungguh harus bersyukur bisa menyaksikan semua pertandingan Piala Dunia sejak puluhan tahun lalu secara gratis melalui televisi terestrial.
M. Syahran W. Lubis | 25 Juni 2018 07:09 WIB
Rusia 2018 - Reuters/Carl Recine

Bisnis.com, JAKARTA – Penikmat sepak bola Indonesia sungguh harus bersyukur bisa menyaksikan semua pertandingan Piala Dunia sejak puluhan tahun lalu secara gratis melalui televisi terestrial.

Praktis tidak perlu mengeluarkan biaya, rangkaian pertandingan sepak bola Piala Dunia dapat kita saksikan beramai-ramai dan itu memberi kontribusi besar bagi kebersamaan antarwarga yang nonton bareng (nobar).

Untuk Piala Dunia edisi 2018 ini giliran Trans TV dan Trans7 yang menyiarkan seluruh pertandingan pada perhelatan akbar yang digelar di Rusia. Tentu kita layak menyampaikan terima kasih kepada jaringan televisi milik pebisnis Chairul Tandjung itu.

Apalagi, kehadiran rangkaian pertandingan tersebut selalu disertai dengan komentator yang bisa disebut mumpuni dari sisi kualitas ilmu sepak bola mereka.

Namun, tentu saja dalam hal apa pun tak ada gading yang tak retak, selalu ada ruang menuju kesempurnaan. Dalam hal komentator ini ada hal yang agak mengusik sehingga sedikit menyimpangkan informasi yang diperoleh pemirsa.

Beberapa kali terucap dari komentator bahwa tim A atau B akan mengunci raihan tiket ke 16 besar apabila berhasil menang dalam dua laga awal fase grup yang terdiri dari empat tim dengan dua tim teratas lolos ke babak berikutnya.

Ini biasanya terucap ketika mengomentari pertandingan ketiga grup atau pertandingan pertama matchday kedua di mana salah satu atau kedua tim yang bertanding telah memenangi laga perdana mereka.

Padahal tidak demikian dalam kasus-kasus tertentu. Terakhir pernyataan seperti itu terucap dari komentator ketika pertandingan Senegal versus Jepang di Grup H. Dikemukakan bahwa pemenang pertandingan itu akan mengunci tiket ke 16 besar. Padahal hitungannya tidak seperti itu.

Jika saja Jepang memenangi pertandingan kontra Senegal, memang Samurai Biru meraih angka 6, tetapi masih berpotensi finis di posisi ketiga.

Itu terjadi jika Polandia menaklukkan Kolombia di pertandingan kedua matchday kedua yang digelar beberapa jam setelah Jepang versus Senegal dan menang atas Jepang pada matchday ketiga atau laga penutup serta di sisi lain pada saat bersamaan di matchday ketiga Senegal menang atas Kolombia.

Dengan demikian, poin Jepang, Polandia, dan Senegal akan sama-sama 6, sehingga harus dilakukan perhitungan selisih gol atau produktivitas mencetak gol atau hasil head to head di antara ketiga tim untuk menentukan posisi juara dan runner up grup.

Sebaliknya jika Senegal yang menang sehingga mereka meraih nilai 6, belum tentu pula langsung lolos ke 16 besar. Nilai mereka masih bisa disamai oleh Kolombia dan Jepang di akhir klasemen sehingga dua tim yang lolos mesti ditentukan melalui selisih gol.

Namun, memang pada akhirnya hasil pertandingan Jepang versus Senegal imbang 2-2 sehingga hitungan di atas tak terjadi.

Catatan tambahan, untuk Piala Dunia 2018, Federation Internationale de Football Association (FIFA) menetapkan kriteria teratas dalam penentuan klasemen fase grup ditentukan berdasarkan poin. Jika poin sama, ditentukan selisih gol.

Jika selisih gol sama, dilihat produktivitas mencetak gol, dan kalau pun masih sama, baru dilihat hasil head to head di antara dua atau lebih tim yang memiliki poin sama.

Andaikata sampai hasil head to head pun masih persis sama, maka posisi di klasemen ditentukan berdasarkan jumlah hukuman kartu kuning dan merah. Yang lebih sedikit berhak menempati posisi lebih tinggi. Kalau pun jumlah hukumannya masih sama, posisi di klasemen ditetapkan melalui undian.

Perhitungan serupa juga terjadi untuk Grup F di mana Meksiko telah mendulang dua kemenangan, tetapi belum dapat dipastikan lolos ke babak 16 besar.

Posisi klasemen sementara, Meksiko mengoleksi 6 angka, diikuti Jerman 3, Swedia juga 3 di urutan ketiga karena kalah head to head dengan Jerman, dan Korea Selatan di dasar klasemen tanpa nilai. Masih ada dua laga lagi yakni Jerman jumpa Korsel dan Meksiko bertarung kontra Swedia.

Dalam kasus ini, jika Swedia menang selisih satu gol saja, Meksiko tersingkir jika pada saat bersamaan Jerman bisa menang atas Korsel walaupun hanya selisih satu gol juga.

Saat ini, selisih gol Meksiko 3-1, sedangkan Jerman dan Swedia sama-sama 2-2. Jadi, katakanlah Swedia dan Jerman masing-masing menang 1-0, maka selisih gol ketiga tim itu sama-sama 3-2 dan poin ketiganya sama-sama 6.

Oleh sebab itu, masuklah penentuan posisi di klasemen berdasarkan hasil head to head. Ketiganya saling mengalahkan. Meksiko mengalahkan Jerman, Jerman mengalahkan Swedia, dan Swedia mengalahkan Meksiko.

Oleh karena itu, perhitungan selanjutnya dilakukan berdasarkan selisih gol di antara ketiga tim tersebut. Selisih gol head to head Jerman 2-2, Swedia 2-2, sedangkan Meksiko hanya 1-1.

Dengan demikian, Meksiko hanya menempati posisi ketiga di klasemen akhir dan tersingkir alias gagal melaju ke babak 16 besar.

Dengan hasil itu, Jerman menempati posisi teratas karena dilihat hasil head to head dengan Swedia, Jerman menang 2-1, dan Swedia di peringkat kedua, sehingga keduanyalah yang lolos ke fase knock out, bukan Meksiko.

Perhitungan tidak akan serumit itu jika Swedia dan Jerman menang masing-masing dengan selisih dua gol. Katakanlah keduanya menang 2-0, maka selisih gol Swedia dan Jerman 4-2, sedangkan Meksiko 3-3, sehingga Jerman dan Swedia yang lolos ke 16 besar dengan Jerman finis di posisi pertama harena menang head to head 2-1 atas Swedia.

Jadi, tidak selalu tim yang memenangi dua laga awal di grup yang berisi empat tim otomatis lolos ke 16 besar.

Bagaimanapun, terima kasih setinggi-tingginya layak dihaturkan kepada Trans TV dan Trans7 serta salut untuk para komentator yang telah memberi begitu banyak pencerahan kepada khalayak sepak bola.

Tag : piala dunia 2018
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top