Liverpool vs Madrid: Wijnaldum Ingin Buat Sejarah, Bukan Legenda

Membantu Liverpool memenangi Piala Eropa keenam di Kiev, Ukraina, adalah impian Georginio Wijnaldum sejak bergabung dengan klub Liga Primer Inggris itu 2 tahun lalu.
M. Syahran W. Lubis | 25 Mei 2018 10:34 WIB
Georginio Wijnaldum - Twitter Premier League

Bisnis.com, JAKARTA – Membantu Liverpool memenangi Piala Eropa keenam di Kiev, Ukraina, adalah impian Georginio Wijnaldum sejak bergabung dengan klub Liga Primer Inggris itu 2 tahun lalu, kata pemain tengah asal Belanda tersebut.

Liverpool akan bertarung dalam pertandingan final Liga Champions Eropa melawan juara bertahan Real Madrid di Stadion Olimpiade Kiev yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu dini hari WIB (27/5/2018).

Wijnaldum ingin bergabung dengan segenap para pemain Liverpool lainnya memenangi trofi kompetisi elite Eropa tersebut.

“Sungguh, ketika saya datang saya telah mengimpikan momen seperti ini. Saat saya datang, saya ingin membantu klub memenangi trofi lebih dari apa yang telah mereka miliki,” ungkap pemain berusia 27 tahun itu, yang datang dari Newcastle United pada 2016, pada Jumat (25/5/2018).

Tidak seorang pun di skuat asuhan Jurgen Klopp yang pernah bermain di final Liga Champions dan Wijnaldum sangat sadar bahwa kemenangan atas Madrid hanya akan mewakili sebagian kecil dari keberhasilan yang telah dicapai beberapa legenda klub pada masa lalu.

"Ada pemain Liverpool yang memenangi banyak trofi, mereka legenda. Jika Anda menyebut satu contoh Kenny Dalglish, saya tidak berpikir satu kemenangan di Liga Champions akan menempatkan Anda selevel dengannya," tambahnya.

“Anda harus main jauh lebih banyak, memenangi banyak trofi, baru bisa jadi legenda. Tentu sejarah jika anda memenangi Liga Champions. Berapa banyak pemain yang telah memenangi Liga Champions? Tidak banyak," lanjut mantan pemain Feyenoord Rotterdam dan PSV Eindhoven itu.

Wijnaldum bermain dalam 11 pertandingan sepanjang Liga Champions sepanjang musim ini dengan berbagai posisi di lapangan tengah sehingga dia merupakan pemain pilihan utama dari Klopp, pelatih asal Jerman.

“Saya belajar bermain di banyak posisi. Saya telah bermain dalam peran posisi nomor enam lebih dari biasanya. Semua berjalan bagus. Manajer punya tambahan opsi. Dia [Klopp] membantu saya terus berkembang,” kata Wijnaldum.

Laga final Liverpool versus Madrid merupakan ulangan final edisi 1981. Saat itu, dalam pertandingan di Stadion Parc des Princes di Paris, Prancis, Liverpool menang 1-0 atas lawannya yang merupakan jagoan La Liga Spanyol berkat gol semata wayang dari Alan Kennedy 8 enit menjelang laga usai.

Sumber : Reuters

Tag : liga champions, liverpool, real madrid
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top