Presiden FIFA Gagas Piala Dunia Mini 2 Tahunan

Presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan pementasan turnamen baru bernama Piala Dunia mini yang menampilkan delapan tim internasional, digelar setiap 2 tahun.
Newswire | 03 Mei 2018 00:27 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino - Reuters/Arnd Wiegmann

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Federation Internationale de Football Association (FIFA) Gianni Infantino mengusulkan pementasan turnamen baru bernama Piala Dunia mini yang menampilkan delapan tim internasional, digelar setiap 2 tahun berdampingan dengan kompetisi rutin yang ada selama ini.

Turnamen, yang dikenal sebagai "Final 8", akan menjadi puncak dari kompetisi global Liga Negara-Negara, yang merupakan bagian dari rencana ambisius untuk mereformasi sepak bola internasional dan diyakini FIFA bernilai US$25 miliar dalam siklus 12 tahun.

Dalam satu suratnya, Infantino menyarankan bahwa turnamen baru itu akan berlangsung setiap bulan Oktober dan/atau November dan dimulai pada 2021.

Dia mengatakan bahwa kelompok investor yang "solid dan serius" bersedia membelanjakan US$25 miliar untuk kompetisi dan versi perubahan dari Piala Dunia Antar-Klub, yang juga akan dimulai pada 2021 dengan 24 tim.

Piala Konfederasi, yang saat ini diselenggarakan setiap 4 tahun dan berselang setahun sebelum Piala Dunia, akan dihapuskan.

Surat itu tidak secara jelas menunjukkan berapa banyak slot akan dialokasikan untuk masing-masing regional.

Rencana itu dikirim Infantino kepada anggota Dewan Pengambil Keputusan FIFA yang masih harus menyetujuinya.

Union of European Football Associations (UEFA) dan mitranya untuk kawasan Amerika Utara, Tengah dan Karibia (Concacaf), telah menyiapkan kontes liga antarnegara di benua mereka sendiri.

Dalam kedua kasus itu, kompetisi melibatkan semua tim nasional di negara masing-masing yang dibagi menjadi divisi berdasarkan peringkat mereka.

Ada promosi dan degradasi antardivisi, seperti dalam liga klub domestik konvensional. Kompetisi perdana UEFA dimulai pada September tahun ini.

Benua lain harus menyiapkan kompetisi serupa agar turnamen bisa berlangsung.

Sumber : Antara/Reuters

Tag : piala dunia 2018
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top