HUT PSSI: Sepak Bola Sebagai Pemersatu

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) adalah organisasi induk yang bertugas mengatur kegiatan olah raga sepak bola di Indonesia. PSSI berdiri pada 19 April 1930 dengan nama awal Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia.
Aprianus Doni Tolok | 19 April 2018 19:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) adalah organisasi induk yang bertugas mengatur kegiatan olah raga sepak bola di Indonesia. PSSI berdiri pada 19 April 1930 dengan nama awal Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia.

PSSI secara resmi menjadi anggota Federation of International Football Association pada 1952 dan Asian Football Confederation (AFC) pada 1954. Dengan demikian kompetisi profesional sepak bola Indonesia mendapat pengakuan dari dunia.

PSSI memiliki kewenangan atas penyelenggaraan dan regulasi kompetisi sepak bola yakni Liga Indonesia setiap tahunnya dan pada 2005 menyelenggarakan Piala Indonesia. Kompetisi-kompetisi resmi tersebut hanya boleh diikuti oleh klub-klub sepak bola yang resmi terdaftar di PSSI. Biasanya klub-klub tersebut mewakili wilayah tertentu, seperti provinsi atau kabupaten.

Bila menilik sejarah pembentukannya, olah raga sepak bola dikenalkan di Indonesia oleh orang-orang Belanda saat penjajahan. Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB),  Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) dan Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ) adalah beberapa organisasi olah raga sepak bola yang pernah terbentuk di Indonesia.

Ketiga organisasi tersebut dibentuk berdasarkan kesukuan yang dipayunginya. NIVB adalah organisasi sepakbola untuk orang-orang Belanda, HNVB untuk China, dan VIJ untuk Indonesia.

Selama 88 tahun berdiri, PSSI yang didirikan di Yogyakarta oleh Soeratin Sosrosoegondo sekaligus menjadi ketua umum pertama. Saat itu Soeratin melihat sepak bola dapat menjadi salah satu wadah terbaik dalam menggalang nasionalisme melawan penjajah. Niat tersebut diwujudkannya dengan membentuk organisasi sepak bola Indonesia bersama dengan perwakilan dari setiap organisasi sepak bola di beberapa daerah.

Deretan nama muncul sebagai ketua umum PSSI setelah Soeratin, tetapi yang paling kontroversial adalah Noerdin Halid, yang sempat menjalankan kepemimpinan PSSI dari balik jeruji penjara.. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat Noerdin untuk mundur dari kursi ketua PSSI.

FIFA sebagai organisasi internasional yang membawahi PSSI, mengancam akan memberi sanksi apabila tidak segera dilakukan pemilihan ketua umum yang baru. Selain kontroversi tersebut, pada 2010 kasus Liga Premier Indonesia (LPI) mencuat. LPI yang didirikan sebagai upaya meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia, justru dianggap ilegal oleh PSSI.

Di tengah berbagai kontroversial lainnya, rakyat Indonesia masih menaruh harapan besar pada PSSI. PSSI menjadi tonggak utama dalam meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia melalui kompetisi resmi yang diselenggarakannya. Para atlet nasional cabang olah raga ini diseleksi melalui kompetisi untuk mewakili tim nasional Indonesia.

Berbagai kompetisi internasional seperti SEA Games, ASIAN Games, dan Olimpiade menjadi ajang pembuktian kualitas sepak bola Indonesia. Namun, memenangi Piala Dunia menjadi mimpi besar PSSI.

Indonesia menjadi negara Asia pertama yang lolos dalam kualifikasi Piala Dunia, berusaha mengulangi prestasi serupa. Bukan sesuatu yang mustahil, namun memang perlu proses panjang untuk mencapainya.

Seperti mimpi Soeratin, sepak bola menjadi alat pemersatu bangsa, dukungan rakyat Indonesia akan terus mengalir dan berharap suatu hari olah raga sepak bola akan melambungkan Indonesia di kancah internasional.

Tag : pssi, sepakbola
Editor : Gajah Kusumo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top