El Clasico Madrid vs Barca Behind The Scene

Real Madrid memiliki pemain-pemain muda bertalenta luar biasa dalam kurun waktu 2 tahun belakangan.
Rahmad Fauzan | 15 April 2018 07:23 WIB
Talenta muda Real Madrid, Luca Zidane Fernandez, putra Zinedine Zidane. - FIFA.com

Bisnis.com, JAKARTA – Real Madrid memiliki pemain-pemain muda bertalenta luar biasa dalam kurun waktu 2 tahun belakangan.

Tercatat, Real Madrid memiliki delapan pemain yang lahir setelah 1995, yakni Marcos Llorente Moreno (gelandang, lahir 1995); Marco Asensio Willemsen (gelandang, 1996; Luca Zidane Fernandez (penjaga gawang, 1998; Jesus Vallejo Lazaro (bek, 1997; Theo Hernandez (bek, 1997); Achraf Hakimi (bek, 1998; Daniel Ceballos Fernandez (gelandang, 1996; dan, Borja Mayoral Moya (penyerang, 1997).

Dari delapan pemain tersebut, hanya Asensio yang memulai kariernya pada 2016. Sisanya, dikontrak oleh Real Madrid pada 2017. Khusus untuk Achraf Hakimi, M. Llorente, dan Borja Mayoral, ketiganya merupakan alumni Castilla, akademi sepak bola Real Madrid.

Secara statistik, total dari pemain-pemain muda Los Blancos, kecuali Luca Fernandez—putra kandung pelatih Madrid Zinedine Zidane—yang belum pernah tampil bersama skuat inti, telah mencatatkan 18 gol dan 10 assist, dengan catatan waktu 8116 menit dari 140 pertandingan.

Bandingkan dengan Barcelona, yang hanya memiliki Ousmane Dembele di skuat intinya sebagai pemain kelahiran setelah 1995. Dembele yang lahir pada 1997, secara statistik mencetak satu gol dan 5 assist, dengan catatan waktu 852 menit dari 16 pertandingan.

Bercermin dari statistik ini, Real Madrid sepertinya tidak perlu bertanya-tanya mengenai siapa yang akan berkuasa di La Liga pada waktu-waktu mendatang.

Klub tersebut akan memenangkan lebih banyak laga El Clasico selama Barcelona masih agak lalai dalam memelihara tradisi melahirkan pemain-pemain muda seperti yang pernah dilakukan pada era Pep.

Setelah kekalahan telak 0-3 dari klub Italia AS Roma di Stadion Olimpico, Rabu (11/4/2018) di ajang Liga Champions yang membuat tersingkir, FC Barcelona bukan hanya terpukul, tapi juga harus menangkap sinyal dari/dan serta bersiap-siap menghadapi skuat muda bertalenta Real Madrid yang sudah lebih berpengalaman.

Dalam laga versus Valencia yang dimenangi Barca 2-1, pelatih Ernesto Valverde tetap memasukkan Sergio Busquets ke dalam skuat ini meskipun belum 100 persen sembuh dari cedera bahkan dia main penuh 2 x 45 menit. Sementara, gelandang utama lainnya, Ivan Rakitic, absen lantaran cedera jari.

Di kubu Real Madrid, yang akan bertandang ke Malaga, terdapat tiga gelandang muda berbahaya yang siap menggantikan Toni Kroos, Luca Modric, Isco Alarcon, atau Kovacic apabila beberapa dari mereka harus absen.

Sementara itu, Marco Asensio telah diharap-harapkan oleh penggemar Real Madrid menjadi starting eleven.

Pada laga away menghadapi Las Palmas di Stadion Gran Canaria (31/3/2018), di mana Madrid menang 3-0, pelatih Zinedine Zidane merotasi susunan pemain dengan memberi peran utama kepada Asensio, Theo Hernandez, dan Jesus Vallejo.

Di laga tersebut, Zidane juga memasukkan Marcos Llorente dan Achraf Hakimi menggantikan Casemiro dan Nacho Fernandez.

Akademi atau sistem transfer?

Barcelona memang mengeluarkan banyak uang pada beberapa musim transfer belakangan ini. Sejak kepergian Neymar pada 2017, Barcelona mendatangkan pemain-pemain dengan harga fantastis.

Sebut saja, Ousmane Dembele dibeli dengan harga £135,5 juta dari klub Jerman Borussia Dortmund; Yeri Mina dari Palmeiras dengan biaya transaksi sebesar £11,8 juta; Nelson Semedo dari Benfica dengan harga 30,5 juta euro; dan yang paling heboh, Philippe Coutinho yang dibeli dari Liverpool dengan harga 145 juta pound sterling.

Pada 2017-2018, dari ke empat pemain di atas saja, Barcelona telah menghabiskan sekitar 292,3 juta pound dan 11,8 juta euro dari kantong klub. Bandingkan dengan Real Madrid yang hanya menghabiskan 36,45 juta pound pada musim 2017-2018.

Di La Liga dan Copa Del Rey, nyaris tidak ada persaingan antara kedua klub raksasa ini karena poin El Barca jauh di atas Real Madrid. Di Liga Champions, Barcelona tersingkir di perempat final, sedangkan Madrid melaju ke semifinal.

Namun, setelah Barcelona benar-benar mengubah gaya perekrutan pemain mereka dengan harga pemain baru yang mencolok, tidakkah perjalanan musim ini menghentak mereka?

Memang, menghabiskan biaya besar demi mendatangkan pemain anyar yang berkualitas bukan langkah yang buruk.

Namun, 5 tahun yang akan datang, siapakah yang akan berpikir lebih panjang? Apakah Real madrid dengan pemain-pemain muda bertalentanya? Atau, Barcelona dengan pemain-pemain mahalnya?

Satu hal yang pasti, regenerasi adalah hal terpenting dalam dunia sepak bola.

Sumber : Reuters & berbagai sumber

Tag : real madrid, barcelona, liga spanyol
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top